Mesin Mobil Terasa Kasar, Bisa Jadi karena BBM Tidak Sesuai

Bahan bakar minyak, Tips and trick, mesin mobil, tips otomotif, Mesin Mobil Terasa Kasar, Bisa Jadi karena BBM Tidak Sesuai

Banyak pengendara pernah merasakan mobilnya tidak lagi mulus saat dikendarai.

Mesin terdengar lebih bising, getaran terasa lebih jelas, bahkan tarikan tenaga terasa berat. Kondisi ini sering kali berhubungan dengan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang tidak sesuai rekomendasi.

Dosen Teknik Mesin ITB sekaligus peneliti LAPI ITB, Tri Yuswidjajanto Zaenuri, mengatakan setiap jenis BBM memiliki angka oktan atau Research Octane Number (RON) yang menunjukkan kemampuan bahan bakar menahan tekanan sebelum terbakar.

Bahan bakar minyak, Tips and trick, mesin mobil, tips otomotif, Mesin Mobil Terasa Kasar, Bisa Jadi karena BBM Tidak Sesuai

Ilustrasi mesin mobil dalam kondisi sehat

Mesin yang dirancang untuk RON tinggi akan kehilangan performa jika dipaksa menggunakan BBM dengan RON lebih rendah.

“Salah RON, mobilnya tetap aja masih bisa bekerja dengan normal, cuma performanya berkurang. Jadi biasanya pakai RON 95, terus diisi 92, tarikannya beda. Tarikannya lebih lambat dibandingkan pakai 95, kurang bertenaga,” ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (28/9/2025).

Tri menjelaskan, mobil modern sudah dibekali engine control unit (ECU) yang dapat menyesuaikan berbagai parameter mesin, termasuk timing ignition atau waktu penyalaan busi.

Teknologi ini membuat mesin tetap berjalan normal meski menggunakan BBM berbeda, namun tetap ada konsekuensi berupa tenaga yang menurun dan mesin terasa lebih berat.

Bahan bakar minyak, Tips and trick, mesin mobil, tips otomotif, Mesin Mobil Terasa Kasar, Bisa Jadi karena BBM Tidak Sesuai

Kotoran pada bensin ketika membersihkan filter BBM

Selain itu, Tri menepis anggapan bahwa BBM beroktan rendah membuat filter bensin cepat kotor.

Menurutnya, bahan bakar yang beredar di Indonesia sudah memenuhi standar kebersihan internasional, dikenal dengan ISO Cleanliness.

“Tidak ada hubungannya antara RON dengan filter cepat kotor. Kalau sesuai standar, aman dipakai. Kasus filter kotor biasanya karena faktor lain, misalnya pelapis anti-karat di tangki yang luruh,” jelasnya.

Sementara itu, Suparna, Kepala Bengkel Auto2000 Pramuka, mengatakan pembakaran yang tidak sempurna akibat BBM beroktan rendah juga bisa membuat mesin terasa lebih kasar.

“BBM dengan oktan rendah akan membuat kerja mesin jadi lebih berat. Selain menurunkan kenyamanan, kondisi ini juga berpotensi menimbulkan kerak karena pembakaran tidak sempurna,” kata Suparna.

Jika dibiarkan, mesin yang terus bekerja lebih berat akan mempercepat keausan komponen.

Oleh karena itu, pemilik kendaraan disarankan untuk selalu menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan agar performa tetap optimal dan umur mesin lebih panjang.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.