Membingkai Sibuknya Tokyo dengan Kamera Xiaomi 15T Pro

Xiaomi 15T Pro sudah resmi dirilis global beberapa waktu lalu. Meski belum dirilis resmi di Indonesia, KompasTekno berkesempatan membawa smartphone kelas menengah dari keluarga T-series Xiaomi ini ke Tokyo, Jepang selama beberapa hari.
Keunggulan dari Xiaomi 15T Pro terletak pada sektor fotografinya. Di tahun ini, Xiaomi masih memboyong kamera hasil kolaborasinya dengan pabrikan kamera asal Jerman, Leica. Hal ini membuat kamera ponsel terasa seperti smartphone kelas atas (flagship).
Konfigurasi kameranya meliputi kamera 50 MP dengan sensor Light Fusion berukuran 1/1,31 inci dan OIS (Optical Image Stabilization), telefoto 50 MP (f/3.0) dengan kemampuan zoom optik 5x, 10x optical-level zoom, dan 20x ultra zoom, dan ultrawide 13 MP.
Untuk menguji coba kebolehan kamera Xiaomi 15T, kami mencoba menjajalnya dengan menyusuri kota malam Tokyo, di daerah Shibuya dan Shinjuku. Berikut adalah hasil bidikan kota Tokyo, Jepang menggunakan kamera Xiaomi 15T Pro.
Gemerlap Tokyo
Shibuya, pusat kota yang tidak pernah mati di Jepang. Gambar ini diambil menggunakan kamera utama Xiaomi 15T Pro yang beresolusi 50 MP
Lokasi foto yang diambil berlokasi di Shibuya, Tokyo, Jepang. Salah satu spot turis yang paling banyak dikunjungi orang dari belahan dunia ketika datang ke Jepang.
Malam itu, Xiaomi 15T Pro dapat membidik sibuk dan gemerlapnya jalanan Shibuya di Tokyo. Orang beramai-ramai hadir bersama teman, keluarga, pasangan, hingga solo travelling.
Beberapa di antaranya sedang antre membeli makan, berbelanja, atau sekedar jalan keliling menyusuri kota.
Kemampuan kamera Xiaomi 15T mengabadikan momen malam terbukti andal, meski dalam kondisi minim cahaya. Hal ini dikarenakan kamera utamanya memiliki resolusi 50 MP, sensor Light Fusion 900, disertai dengan aperture (bukaan) yang cukup besar, yakni 1.62.
Teorinya, semakin kecil angka aperture sebuah kamera menunjukkan kemampuan kamera menyerap cahaya masuk ke dalam sensor. Artinya, rendahnya angka aperture akan memungkinkan kamera menghasilkan gambar terang, meski dalam kondisi minim cahaya.
Metode fotografinya juga menggunakan beberapa teknik lain, seperti mengaktifkan fitur bokeh dengan mengatur tingkat aperture kamera, dan low exposure untuk memberi sentuhan sinematik. Berikut adalah beberapa hasilnya.
Beberapa momen yang diambil menggunakan teknik low exposure (kiri) dan zoom optik 5x dari Xiaomi 15T Pro
Selain jalanan yang tidak pernah sepi, jalur kereta Shibuya bisa dikatakan sebagai salah satu stasiun kereta tersibuk di Tokyo. Stasiun ini kerap dijadikan sebagai tempat transit ke beberapa daerah lain, dan juga menjadi tempat destinasi dari turis di belahan dunia.
Jernih dan kontras
Lokasi foto selanjutnya adalah Shinjuku, Tokyo. Berbeda dengan Shibuya, daerah ini lebih sepi pengunjung, tetapi lebih berwarna.
Pengunjung yang hadir didominasi oleh kelompok anak muda yang sedang nongkrong, pasangan yang menyusuri kios-kios yang masih buka, hingga seru bermain arcade game di salah satu toko di seberang stasiun kereta Shinjuku.
Lokasi foto kedua, Shinjuku, Tokyo. Lebih sepi dari Shibuya, tetapi tetap hidup berkat lampu-lampu jalanan serta kios makanan yang masih buka di sepanjang jalan
Meskipun suasana kota tampak lebih sepi, lampu-lampu sorot dan toko yang masih buka tampak menghidupkan sepanjang jalan Shinjuku. Mulai dari lampion yang bergelantungan di atas toko, hingga jendela toko makanan yang dipenuhi asap dari tempat masak.
Seluruh momen dan aktivitas malam dapat tergambarkan dengan ciamik di kacamata lensa Xiaomi 15T Pro. Kamera mampu mengabadikan warna foto dengan kontras, saturasi, dan warna yang berani.
Namun, ada beberapa momen Xiaomi 15T Pro kurang andal dalam meminimalisasi kondisi over-exposure. Misalnya, ketika sedang menggunakan teknik low exposure untuk memberi efek blur, lampu jalan dan layar LCD toko menjadi putih karena over-exposure.
Xiaomi 15T Pro bisa dikatakan andalan dalam mengabadikan momen di malam hari. Meski dalam kondisi minim cahaya, kamera bisa tetap mampu menyerap secara maksimal pencahayaan yang ada untuk menghasilkan foto yang jernih, detail, kontras, dan saturasi yang tidak berlebihan
Kondisi ini wajar terjadi karena lensa kamera sedang berusaha menyerap cahaya sebanyak mungkin di kondisi low exposure. Dalam kondisi ini, yang dikorbankan umumnya adalah bagian-bagian tertentu dalam frame yang lebih terang dibanding objek lain.
Masalah ini umumnya bisa diatasi melalui grading saat proses editing. Meski Xiaomi 15T Pro menawarkan opsi gambar RAW (file mentah untuk memudahkan proses grading), kami memilih untuk tetap menggunakan JPEG.
Tujuannya untuk melihat kemampuan kamera Xiaomi 15T mengambil gambar di kondisi-kondisi sulit seperti ini, khususnya minim cahaya, serta ingin melihat kemampuan dynamic range pada lensa kamera.
Tak hanya orang sibuk berlalu-lalang, sebagian besar restoran juga sibuk menyajikan pesanan dari antrean yang sudah mengular di depan toko makanan. Orang-orang berbondong-bondong mengisi perutnya dengan makanan hangat untuk menghangatkan diri dari kota Tokyo yang mulai dingin
Zoom 5x jadi andalan
Selain itu, Xiaomi 15T Pro juga memiliki kamera telefoto dengan kemampuan zoom optik 5x. Menurut hasil uji coba kami, opsi zoom ini jadi andalan karena bisa mempertahankan konsistensi kualitas foto di malam hari.
Ketika ingin mengambil gambar yang cukup dekat, tetapi tidak terlalu padat, zoom optik 5x bisa dijadikan pilihan. Opsi zoom ini juga ditemukan tidak menurunkan kualitas gambar.
Objek dan momen lain yang tidak kalah menarik dari suasana ramainya jalanan Shibuya dan Shinjuku.
Memang, hasil gambar tampak lebih gelap atau redup ketimbang zoom optik 1x. Akan tetapi, Anda bisa mengakalinya dengan tap and hold bagian tertentu yang ingin jadi fokus, lalu atur brightness lewat ikon matahari di samping fokus.
Dengan menerapkan metode ini, hasil gambar bisa tetap jernih, cerah, tanpa perlu repot mengedit ulang atau cropping gambar secara manual.
Momen ramainya kota Tokyo, Jepang dapat diabadikan dengan sempurna. Perpaduan antara kerumuman orang yang berlalu-lalang, terangnya kota dan pertokoan di gang Shibuya tergambarkan dengan jelas menggunakan kamera 50 MP Xiaomi 15T Pro
Spesifikasi Xiaomi 15T Pro
Xiaomi 15T Pro ditenagai chipset MediaTek Dimensity 9400 Plus. Chip ini dipasangkan dengan RAM 12 GB LPDDR5X dan opsi penyimpanan UFS 4.1 hingga 1 TB.
Soal layar, Xiaomi 15T Pro mengusung layar OLED berukuran 6,83 inci dengan resolusi 1.280 x 2.772 piksel. Layar ini mendukung refresh rate hingga 144 Hz serta tingkat kecerahan puncak hingga 3.200 nits (turun dari 4.000 nits pada 14T Pro).
Xiaomi 15T Pro dibekali baterai berkapasitas 5.500 mAh yang didukung pengisian daya cepat HyperCharge 90 watt (via kabel) dan 50 watt (via wireless/nirkabel).
Ilustrasi kamera belakang Xiaomi 15T Pro warna Mocha Gold
Fitur pendukung lainnya meliputi Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, dan NFC. Tak ketinggalan, smartphone ini juga memiliki fitur komunikasi offline antar-perangkat hingga jarak 1,9 km, Dolby Vision, Dolby Atmos, HDR10, dan lainnya.
Xiaomi 15T Pro menjalankan sistem operasi Android 15 yang dipoles antarmuka terbaru, HyperOS 3.
Smartphone ini juga dipastikan akan segera masuk Indonesia karena, menurut pantauan KompasTekno, Xiaomi 15T sudah muncul di Poster Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan situs Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.