Fakta-fakta Menarik Bali United Vs PSIM, Laskar Mataram Jago Tandang
Pertandingan Bali United vs PSIM pada pekan keenam Super League 2025/26 berakhir dengan hasil mengejutkan.
Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (20/9/2025), PSIM Yogyakarta sukses menekuk tuan rumah Bali United dengan skor 3-1.
Bali United sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat penalti Mirza Mustafic pada menit ke-17.
Namun, PSIM berhasil bangkit berkat gol Raka Cahyana, Ezequiel Vidal, dan Anton Fase.
Kemenangan ini terasa spesial karena menjadi revans sempurna setelah PSIM sempat kalah telak 0-6 dari Bali United pada laga pramusim.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, mengaku puas dengan performa tim yang mampu menjalankan instruksi dengan baik saat melawan Bali United.
“Saya sangat bangga dengan performa tim pada laga ini. Kita bisa bertahan dengan bagus, kemudian di babak pertama penguasaan bola juga sedikit lebih bagus," kata Van Gastel.
"Saya pikir kita harusnya bisa mencetak lebih banyak gol,” lanjut pelatih kelahiran Breda pada 28 April 1972 itu.
Selain itu, Jean-Paul van Gastel menekankan pentingnya belajar dari kesalahan di laga sebelumnya.
“Saya tekankan, saya benci kekalahan. Saat lawan Borneo FC, kita bisa mengontrol pertandingan, tapi pengambilan keputusannya kurang bagus," tegas Van Gastel
"Dari situ kita melakukan peningkatan dan kita buktikan hari ini kalau kita bisa tampil bagus dan memenangkan pertandingan."
3 Fakta Menarik
Dilansir dari situs resmi I League, terdapat beberapa fakta menarik setelah duel PSIM Yogyakarta melawan Bali United.
Anton Fase (kiri) saat berduel dengan Thijmen Goppel (kanan) di laga Bali United vs PSIM pada pekan keenam Super League 2025-2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (20/9/2025).
1. PSIM Yogyakarta Jago Tandang
Mentalitas tandang PSIM benar-benar teruji. Dari tiga laga tandang musim ini, skuad berjuluk Laskar Mataram selalu meraih kemenangan.
Dua di antaranya bahkan didapat di markas besar tim kuat seperti Persebaya Surabaya dan Malut United, dengan catatan nirbobol.
2. Pertahanan Bali United Masih Rapuh
Kekalahan dari PSIM menambah catatan buruk lini belakang Bali United. Hingga pekan keenam, tim asuhan Stefano Cugurra sudah kebobolan 13 kali, atau rata-rata lebih dari dua gol per laga.
Mike Hauptmeijer, sang penjaga gawang, baru sekali mencatatkan clean sheet sepanjang musim.
3. PSIM Jadi Tim dengan Pertahanan Solid
Sebaliknya, PSIM menunjukkan rapatnya barisan pertahanan mereka. Dari enam pertandingan, PSIM hanya kebobolan enam kali.
satunya kekalahan yang mereka alami datang saat tumbang 1-3 dari Borneo FC Samarinda
Di luar itu, tim selalu mampu menjaga keseimbangan lini belakang.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.