Bos Lenovo: AI Seharusnya Jadi Kekuatan Super Manusia
Isu mengenai kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dikhawatirkan bisa menggantikan peran manusia terus bergulir hingga kini.
Berbagai perusahaan teknologi termasuk Lenovo juga menyadari adanya isu itu di tengah masyarakat. Menjawab keresahan itu, Lenovo menyatakan bahwa AI adalah kekuatan super bagi manusia.
Menurut Luca Rossi, President Intelligent Device Group Lenovo, perusahaannya tidak bisa menguraikan stigma soal AI itu secara mandiri. Kendati begitu, dia membeberkan upaya yang dilakukan Lenovo untuk meminimalisasi kekhawatiran masyarakat.
"Apa yang kami coba komunikasikan kepada pengguna, yaitu bahwa AI di PC, ponsel, hingga tablet Anda, harus menjadi kekuatan yang memberikan kekuatan super bagi manusia agar lebih efisien, lebih produktif, menciptakan lebih banyak value," jelas Rossi dalam sesi tanya jawab bersama KompasTekno dan beberapa media lain di acara Lenovo Innovation World di hotel Grand Hyatt, Berlin, Jerman.
Selain itu, AI yang melengkapi berbagai gadget juga dinilai dapat membuat pengguna lebih fokus pada hal yang lebih penting, ketimbang perkara yang kerap dilakukan berulang.
"Itulah gagasan tentang kekuatan super. AI mestinya menjadi kekuatan super bagi semua orang," lanjut Rossi.
Eksekutif Lenovo ini juga menerangkan bahwa "kekuatan super" itu perlu disertai dengan inklusivitas, yaitu pendekatan yang melibatkan dan merangkul semua individu tanpa memandang latar belakang dan aspek lainnya.
"Itulah sebabnya, kami menciptakan kerangka kerja teknologi yang lebih cerdas untuk semua. Kami ingin kekuatan super itu tersedia bagi sebagian besar orang, utamanya untuk memastikan hal ini tidak menambah kesenjangan digital, tetapi meminimalisasinya," papar bos Lenovo itu.
Fokus Lenovo soal AI
Lebih lanjut, Rossi membeberkan dua fokus utama Lenovo terkait AI, yaitu AI yang bertanggungjawab dan AI yang demokratis.
Yang pertama, Lenovo berupaya mendorong AI yang bertanggungjawab dengan memanfaatkan teknologi tersebut untuk membantu orang. "Bukan menggantikan orang," ujar Rossi.
Kedua, Lenovo mengembangkan AI untuk semua orang, bukan hanya AI yang mahal yang hanya bisa dijangkau kalangan tertentu saja.
Steve Long, Senior Vice President, GM Commercial Segment Lenovo
Steve Long, Senior Vice President, GM Commercial Segment Lenovo menambahkan bahwa kekhawatiran akan perubahan, nyaris selalu muncul dalam setiap transisi teknologi. Sederhananya, selalu ada pandangan baik dan buruk atas setiap teknologi baru.
Menurut Steve Long, teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk hal baik atau buruk, tergantung bagaimana pengguna memakainya.
"Kalau bisa dipakai untuk mengatasi kesenjangan digital, maka seharusnya kita merangkul teknologi itu dan menggunakannya untuk kebaikan," ujar Long.
PC jadi perangkat andalan di era AI
Dalam kesempatan yang sama Luca Rossi membeberkan tren PC komputer di tengah era AI, apakah akan tergantikan dengan perangkat lain yang lebih sederhana seperti tablet atau smartphone.
Menurut Rossi, PC desktop akan tetap menjadi perangkat utama komputasi setiap orang. Dia menyinggung keyakinan orang-orang saat pandemi berlangsung beberapa tahun lalu, di mana PC dipercaya akan tergantikan dengan tablet atau smartphone. Namun ternyata anggapan itu meleset.
Laptop gaming Lenovo Legion Pro 7 kini hadir dengan prosesor AMD
"Saya kira kita bisa bilang bahwa sebagai pengguna, kita menyadari bahwa tablet, ponsel saja tidak cukup (selama pandemi). Sebagai alat produktivitas, itu tidak cukup untuk pengalaman bekerja dari rumah dengan optimal atau berkomunikasi dengan orang lain. Jadi, PC telah kembali ke posisi sentral," ungkap Rossi.
Setelah pandemi Rossi mengakui adanya penurunan pasar PC. Namun kini pasar perangkat tersebut diklaim jauh lebih sehat dan lebih baik dibanding tahun 2015.
"Tahun ini, pasar sedang tumbuh. Kami mengantisipasi pasar akan tumbuh juga di tahun depan," ujarnya.
Bukan tergantikan, tetapi menurut Rossi PC akan berevolusi di masa mendatang. Boleh jadi, pengguna mungkin tidak perlu lagi memakai keyboard untuk mengoperasikan PC.
Dia juga optimistis bahwa pengguna akan punya lebih banyak perangkat ketimbang saat ini, khususnya untuk menunjang produktivitasnya.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.