Proyeksi Turun, Pasar TV Dunia Semester II-2025 Terancam Lesu

smart tv, Xiaomi, Hisense, Samsung, pasar tv global, Proyeksi Turun, Pasar TV Dunia Semester II-2025 Terancam Lesu

Firma riset pasar TrendForce meramalkan pasar TV semester II-2025 akan lesu karena beberapa faktor. Hal ini dipaparkan firma riset tersebut dalam laporan terbarunya tentang pasar televisi di seluruh dunia pada semester I-2025 (Januari-Juni).

Menurut laporan itu, pasar TV dunia pada paruh pertama 2025 tumbuh 2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (Year-on-Year/YoY). Total pengiriman perangkat ini tembus 92,5 juta unit, naik secara YoY dibanding tahun sebelumnya sebanyak 90,7 juta unit.

Pertumbuhan itu dipengaruhi oleh ketidakpastian tarif impor Amerika Serikat hingga program subsidi tukar tambah di China.

Berdasarkan pengamatan TrendForce, antisipasi penyesuaian tarif impor AS mendorong konsumen melakukan pembelian TV lebih awal. Tren ini utamanya terjadi di AS, di mana penjualan TV naik 2-3 persen YoY pada semester II-2025.

Tidak hanya itu, subsidi pemerintah China juga dinilai memantik pemintaan dari konsumen. Bahkan, anggaran subsidi China sudah dipakai sebanyak 60 persen hingga paruh pertama 2025.

Sayangnya faktor pendorong pertumbuhan itu justru dinilai TrendForce sebagai indikasi penurunan permintaan konsumen pada semester selanjutnya.

Sebab, peningkatan permintaan pada semester I-2025 boleh jadi seharusnya berlangsung pada paruh kedua, tetapi terjadi lebih dini.

Apalagi berbagai vendor TV juga melakukan pengiriman lebih awal di tengah ketidakpastian tarif.

Karena itu, firma riset ini mengoreksi total proyeksi pengiriman TV global sepanjang tahun 2025 menjadi 195,71 juta unit. Bila akurat, maka total pengiriman TV global sepanjang 2025 akan turun sekitar 1,1 persen YoY.

Indikasi lainnya yang ditaksir akan memengaruhi lesunya pertumbuhan pasar TV semester II-2025 yaitu biaya panel layar TV yang terus meningkat. Hal ini dinilai dapat membatasi kemampuan vendor dalam menjalankan promosi musiman.

5 merek TV terbesar di dunia semester I-2025

Dalam laporan yang sama, TrendForce merinci daftar merek TV terbesar di dunia. Daftar ini dipimpin oleh Samsung dengan pangsa pasar 17,9 persen pada semester I-2025, karena sukses mengapalkan 16,5 juta unit TV.

Perusahaan asal Korea Selatan itu berhasil mempertahankan kepemimpinannya dalam daftar ini karena Samusng juga berada di peringkat teratas pada tahun lalu dengan pangsa pasar 18,2 persen.

TCL mengikuti Samsung di peringkat ke dua. Merek TV asal China ini membukukan pangsa pasar 15,2 persen pada semester I-2025, tumbuh 12,5 persen YoY.

Kinerja TCL pada periode itu tercatat yang tertinggi dibanding merek lainnya. Menurut TrendForce, TCL kecipratan untung dari program subsidi pemerintah China serta ketidakpastian tarif impor AS.

Selain TCL, Hisense juga meraih berkah dari program subsidi dan tarif, sehingga mencatatkan pangsa pasar 14,9 persen, naik 7,3 persen YoY dari sebelumnya 14,2 persen. Kinerja ini juga membuat Hisense berada di peringkat ke-3, tepat di belakang TCL.

smart tv, Xiaomi, Hisense, Samsung, pasar tv global, Proyeksi Turun, Pasar TV Dunia Semester II-2025 Terancam Lesu

LG Smart TV 32 Inci (32LR600BPSB)

Peringkat ke ke-4 diisi oleh LG yang mengantongi pangsa pasar 11,8 persen, turun 1,1 persen YoY dari sebelumnya 12,1 persen. Dibanding empat merek TV, LG menjadi satu-satunya merek yang membukukan penurunan pada semester I-2025.

Sementara itu peringkat ke-5 ditempati oleh Xiaomi. Perusahaan yang juga memiliki bisnis smartphone ini berhasil mengirimkan 5,399 juta unit TV pada sepanjang semester I-2025, sehingga menguasai pangsa pasar 5,8 persen. Kinerja Xiaomi itu tercatat naik 1,5 persen YoY dibanding pengiriman sebelumnya sebanyak 5,320 juta.

Rincian daftar merek TV teratas di dunia beserta pangsa pasarnya bisa dilihat pada gambar berikut.

smart tv, Xiaomi, Hisense, Samsung, pasar tv global, Proyeksi Turun, Pasar TV Dunia Semester II-2025 Terancam Lesu

Daftar top 5 merek TV di dunia semester I-2025 versi TrendForce

TV Mini LED makin dilirik

TrendForce juga menilai bahwa program insentif tukar tambah di China sukses meningkatkan promosi TV Mini LED dari TCL, Hisense dan Xiaomi. Firma riset ini memproyeksikan bahwa TV dengan panel ini tumbuh 67 persen YoY menjadi sekitar 12,9 juta unit pada tahun ini.

TV dengan panel Mini LED juga diperkirakan mencapai penetrasi pasar 6,6 secara global pada sepanjang tahun 2025 ini.

smart tv, Xiaomi, Hisense, Samsung, pasar tv global, Proyeksi Turun, Pasar TV Dunia Semester II-2025 Terancam Lesu

Xiaomi TV S Mini LED Series meluncur di Indonesia mulai harga Rp 10 jutaan

Sementara TV OLED ditaksir mencapai pangsa pasar 3,4 persen dari total pengiriman TV tahun 2025. Namun jumlahnya diproyeksikan meningkat 5,6 persen YoY, karena Samsung mengenjot target pengiriman TV OLED menjadi dua juta unit.

Apalagi, Samsung dan perusahaan TV asal Korea Selatan lainnya menguasai nyaris 80 persen pasar TV OLED global.

Tren lainnya yang diungkap TrendForce dalam laporan ini yaitu bahwa permintaan akan TV dengan refresh rate tinggi (120 Hz ke atas) meningkat, khususnya untuk segmen TV menengah ke atas.

Pengiriman TV jenis ini ditaksir tumbuh 24,4 persen YoY, dengan total penetrasi pasar sekitar 13,6 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh kebijakan insentif serta peningkatan spesifikasi dari produsen TV OLED terkait, dihimpun KompasTekno dari situs resmi TrendForce, Kamis (14/8/2025).

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!