Mengenal IDRS, Inisiasi Pemeringkatan Keselamatan Motor di RI
Dalam upaya memaksimalkan keselamatan berkendara, PT Karya Fajar Utama (KyFU) menginisiasi program pemeringkatan keselamatan berkendara yakni Indonesian Road Safety Rating atau IDRS.
Program tersebut bertujuan untuk membantu konsumen dalam memilih produk yang mendukung keamanan dan keselamatan pengendara di jalan.
Kemudian harapannya dapat menjadi acuan bagi produsen untuk menghadirkan produk-produk yang aman.
IDRS menjadi salah satu bentuk transisi pemeringkatan keselamatan kendaraan, terkhusus kendaraan roda dua atau motor.

Sebab selama ini, pemeringkatan dan pengujian keselamatan cenderung berfokus pada mobil, seperti ASEAN NCAP.
“Kita harapkan dengan adanya safety rating ini, jumlah korban (kecelakaan lalu lintas) bisa kita perkecil,” kata Soerjanto Tjahjono, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, inisiator IDRS mengungkapkan memang belum ada pemeringkatan keselamatan yang berfokus pada motor.
Padahal populasi motor di Indonesia terbilang banyak. Perlu ada standar keselamatan dan pemeringkatan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan.
Sama seperti pemeringkatan mobil ASEAN NCAP, kendaraan roda dua yang diuji oleh IDRS akan mendapatkan nilai atau peringkat dari bintang satu sampai bintang lima.
“Atas dasar itulah kami berinisiatif membuat sebuah program independen pemeringkatan keselamatan, dari produk-produk yang terkait dengan jalanan di Indonesia,” kata Adrianto Sugiarto Wiyono, Road Safety Enthusiast dan anggota Technical Committee ASEAN NCAP dalam kesempatan sama.
IDRS juga didukung oleh panduan penilaian dari lembaga pemeringkatan motor Malaysia Motorcycle Assessment Program atau MyMap dan Malaysia Institute of Road Safety Research (MIROS).
Suguhkan Tiga Kategori Pemeringkatan
Tidak hanya motor, dalam IDRS ada tiga kategori yang bisa dimanfaatkan oleh konsumen sebagai acuan sebelum membeli produk tertentu.
Misal ID CamScore, menilai keamanan produk dashcam di mobil. Kemudian ID MAP atau Motorcycle Assessment Program, menilai tingkat keselamatan produk motor di dalam negeri.
Terakhir adalah ID TrackScore, menilai produk Global Positioning System, perangkat pendukung keselamatan jalan.
Pada ID MAP, IDRS melakukan penilaian fitur keselamatan yang disematkan pada motor bermesin konvensional maupun Electric Vehicle (EV).

Setidaknya sudah ada sembilan motor mencakup lima motor bensin dan lima motor listrik mendapatkan penilaian berbeda-beda.
Motor seperti Alva Cervo Q EV mendapatkan nilai total 4,67 dari 5,00. Kriteria pengetesannya termasuk penghindaran tabrakan dengan menguji rem dan teknologi lanjutan seperti Anti-lock Braking System (ABS).
Sementara pada ID-CamScore, aspek yang dinilai adalah fitur dasar, fitur lanjutan sampai dukungan Advanced Driver Assistance System (ADAS) dengan total nilai sempuran 5,00 alias bintang lima.