Test Drive Wuling Eksion PHEV, Ratusan KM Tanpa Drama

 KatadataOTO berkesempatan untuk mencoba Wuling Eksion PHEV dari Jakarta ke Yogyakarta selama tiga hari (03-05/06).

Menggunakan Eksion varian EX, kami menempuh jarak ratusan kilometer. Adapun rute yang ditempuh juga beragam mulai dari kawasan perkotaan hingga sub-urban.

Berdasarkan catatan di panel meter, kendaraan kami menempuh jarak hingga 630 kilometer hingga sampai di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

“Rekan media bisa mengeksplorasi ruang kabin yang lapang serta kapasitas bagasi nan mendukung berbagai kebutuhan selama perjalanan,” ucap Brian Gomgom, Brand Communication Senior Manager Wuling Motors di Purwokerto beberapa waktu lalu.

Wuling Eksion, Tampilan Wuling Eksion PHEV, Interior Mewah, Posisi Duduk, Impresi Berkendara, Performa, Jarak Tempuh, Kesimpulan

Tampilan Wuling Eksion PHEV

Sebelum jauh membahas performa, penulis melihat bahasa desain Wuling Eksion mirip dengan MPV mereka yakni Darion.

Keduanya menawarkan wujud futuristik melalui tarikan garis halus. Bedanya pada Eksion terdapat lebih banyak lekukan sehingga tampak lebih maskulin.

Lalu Wuling Eksion juga memiliki varian dengan padu padan dwi warna. Menambah kesan agresif pada kendaraan.

Kemudian sebagai model PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle), Eksion juga memiliki perbedaan dari versi BEV (Battery Electric Vehicle).

Paling kentara adalah gril yang lebih berongga. Karena pada versi EV, Eksion tampil lebih sleek pada bagian depan.

Lalu pengenal lain pada versi PHEV tidak lain adalah emblem di buritan kendaraan. Tidak ketinggalan yakni pelat nomor putih polos.

Karena pada unit EV terdapat garis biru yang memberikannya lebih banyak nilai lebih. Seperti pajak lebih rendah dan bebas ganjil genap Jakarta.

Interior Mewah

Masuk ke dalam kabin, Wuling Eksion menyuguhkan interior dengan kombinasi warna hitam dan coklat.

Mobil asal Tiongkok ini cukup sukses dalam hal menyuguhkan kenyamanan. Berkat soft touch di beberapa bagian, sehingga setiap sentuhan terasa berkelas.

Fitur yang dibenamkan juga tidak ketinggalan memberikan rasa nyaman. Mulai dari layar besar 12,8 inci di tengah dasbor.

Walaupun dengan hadirnya monitor tersebut, beberapa fungsi kendaraan harus dioperasikan melalui sentuhan layar.

Tombol fisik yang tersisa hanyalah hazard, pengaturan volume audio, hembusan AC (Air Conditioned) dan dua tombol untuk heater hingga sirkulasi kabin.

Lalu guna menambah kesan elegan, disematkan panoramic sunroof. Walhasil perjalanan kami menjadi lebih berkesan.

Kabin juga terasa lebih lapang baik di baris pertama hingga ketiga. Adapun insulasi kabin terasa semakin kedap berkat soundproof double glass.

Posisi Duduk

Sebagai SUV (Sport Utility Vehicle), posisi duduk di setiap baris kursi memadai untuk perjalanan jauh.

Dua jok depan sudah dilengkapi dengan sistem pengaturan elektrik. Sehingga baik pengendara maupun penumpang baris pertama lebih leluasa mendapatkan posisi sesuai.

Wuling Eksion, Tampilan Wuling Eksion PHEV, Interior Mewah, Posisi Duduk, Impresi Berkendara, Performa, Jarak Tempuh, Kesimpulan

Terlebih pada baris pertama terdapat fitur ventilated. Membantu saat melakukan perjalanan panjang dan siang hari nan terik.

Duduk di kursi baris kedua posisinya lebih tinggi daripada sopir dan penumpang depan. Jok di bagian tengah kabin juga memiliki fitur reclining 3 titik sehingga bisa diatur sesuai kenyamanan masing-masing.

Berada di baris kedua maupun ketiga, kami juga mendapatkan kenyamanan maksimal. Headroom maupun legroom masih cukup lapang buat rata-rata postur orang Indonesia.

Hanya saja bagi pemilik postur besar alias gemuk, masuk ke baris ketiga cukup sulit. Meskipun ketika di dalam ruangnya masih cukup nyaman.

Lalu fitur lain yang memudahkan para pemilik Wuling Eksion adalah hadirnya electric tailgate. Teknologi ini terbukti memudahkan untuk keluar masuk barang.

Impresi Berkendara

Memulai petualangan dari kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, KatadataOTO mengambil posisi penumpang depan.

Jok yang tebal dan empuk berikut side bolster tebal menjaga tubuh tetap seimbang. Meskipun mobil tengah bermanuver cepat.

Lumbar sistem kursi penumpang depan hingga sopir juga mendukung untuk perjalanan jauh.

Dalam acara media test drive kali ini, dibagi dalam beberapa pemberhentian. Dari Jakarta kami bergerak ke arah Purwokerto melalui tol Cipali.

Wuling Eksion, Tampilan Wuling Eksion PHEV, Interior Mewah, Posisi Duduk, Impresi Berkendara, Performa, Jarak Tempuh, Kesimpulan

Namun menyempatkan diri beristirahat di rest area KM 102. Kemudian rombongan makan siang di Cirebon.

KatadataOTO berkesempatan berada di balik kemudi. Impresi pertama yang dirasakan adalah posisi mengemudi fleksibel.

Lalu visibilitas ke jalanan juga menyenangkan karena cukup luas. Sebagai SUV dengan ground clearance 180 mm, pandangan juga lebih luas.

Lalu bentuk setir palang dua dan bagian bawah rata membuat pergerakan tangan cukup lincah.

Hanya ada satu catatan ketika sedang mengemudi. Pada bagian kaki kiri tidak tersedia leg rest.

Performa

Di atas kertas, Wuling Eksion PHEV menawarkan output sebesar 105 hp pada 5.800 rpm dan torsi puncak 130 Nm pada 4.600 – 5.000 rpm dari mesin bensin 1.498 cc NA (naturally Aspirated).

Sedangkan motor listriknya menyodorkan daya 145 kW atau 195 hp dan torsi puncak 230 Nm.

Wuling Eksion, Tampilan Wuling Eksion PHEV, Interior Mewah, Posisi Duduk, Impresi Berkendara, Performa, Jarak Tempuh, Kesimpulan

Namun ketika mengemudikan langsung, semburan tenaga Wuling Eksion PHEV sangat responsif. Bahkan ketika pedal gas diinjak penuh, kepala terasa tertarik ke belakang.

Tarikannya bisa juga sangat halus ketika bukaan gas diatur secara terukur. Hal ini berkat teknologi dedicated hybrid transmission yang mengandalkan magnet.

Menempuh jalanan yang tidak rata juga berkelok naik maupun turun tidak berarti bagi Wuling Eksion. Karena SUV ini menggunakan suspensi model multi-link sehingga kami tetap tenang di dalam mobil.

Jarak Tempuh

Perjalanan hari pertama, kami menempuh jarak 385,7 km. Adapun baterai masih tersedia kemampuan hingga 25 km dan bensin masih menyisakan 714 km.

Secara keseluruhan mobil masih bisa menempuh jarak 739 km sampai benar-benar habis dayanya. Fakta ini sesuai dengan klaim pabrikan yang menyebut mobil bisa menempuh jarak lebih dari 1.000 km mengandalkan dua powertrain.

Sekadar informasi, mobil dihuni empat orang dewasa berikut barang bawaan.

Wuling Eksion, Tampilan Wuling Eksion PHEV, Interior Mewah, Posisi Duduk, Impresi Berkendara, Performa, Jarak Tempuh, Kesimpulan

Kemudian pada hari selanjutnya rombongan menuju Yogyakarta melalui Wonosobo. Melintasi jalanan pedesaan, mobil melalui banyak stop and go.

Sesampainya di Jogja, MID Wuling Eksion yang kami gunakan tercatat telah menempuh perjalanan sejauh 630,3 km.

Lalu sisa jarak tempuh kendaraan masih 554 km lagi. Adapun sepanjang perjalanan kami menggunakan mode berkendara hybrid, sehingga sistem secara pintar mengatur penggunaan daya.

Kesimpulan

Sebagai SUV medium yang dipasarkan dengan harga kurang dari Rp 500 juta, Wuling Eksion PHEV merupakan pilihan menarik dibandingkan kompetitor sekelas.

Fitur pada mobil ini bisa diandalkan untuk mobilitas sehari-hari di perkotaan. Namun jika dibutuhkan untuk keluar kota, Wuling Eksion PHEV khususnya mampu mengeliminasi range anxiety.

Wuling Eksion, Tampilan Wuling Eksion PHEV, Interior Mewah, Posisi Duduk, Impresi Berkendara, Performa, Jarak Tempuh, Kesimpulan

Meskipun ada sedikit catatan kecil pada kursi baris pertama di bagian penumpang, kaki kiri terganjal ruang roda atau wheel well.

Lalu pada sisi pengemudi kaki kiri tidak tersedia leg rest yang menurut penulis, cukup diperlukan untuk perjalanan jauh.

Adapula model setir palang dua meskipun membantu pengendalian, namun terlihat sederhana.

Terakhir minimnya tombol fisik pada dasbor, jelas butuh adaptasi agar saat pengoperasiannya tidak mengganggu konsentrasi.