Saktinya Mobil Mungil Ini, Bisa Diisi Alkohol 85 Persen
Selama ini Suzuki Wagon R dikenal sebagai mobil mungil yang mengutamakan kepraktisan dan efisiensi bahan bakar. Namun di India, mobil berukuran kompak tersebut kini mendapat kemampuan baru yang membuatnya berbeda dari kebanyakan mobil bensin pada umumnya.
Maruti Suzuki, anak usaha Suzuki di India, baru saja memperkenalkan Wagon R Flex Fuel, mobil penumpang pertama buatan pabrikan lokal yang mampu menggunakan bahan bakar E85. Artinya, kendaraan ini dapat mengonsumsi campuran bensin dan etanol dengan kadar alkohol mencapai 85 persen.
Sekilas tidak ada perubahan besar dari tampilannya. Dimensinya tetap ringkas dan desainnya masih mempertahankan karakter Wagon R yang sudah dikenal luas di pasar India. Namun teknologi yang tersimpan di balik kap mesin menjadi daya tarik utama model ini.
Flex fuel merupakan teknologi yang memungkinkan kendaraan menggunakan berbagai komposisi campuran bensin dan etanol tanpa memerlukan modifikasi tambahan dari pengguna. Dengan sistem tersebut, mobil dapat menyesuaikan proses pembakaran secara otomatis berdasarkan jenis bahan bakar yang digunakan.
Untuk mendukung penggunaan etanol dalam kadar tinggi, disadur VIVA Otomotif dari Motorbeam, Jumat 5 Juni 2026, Suzuki melakukan sejumlah penyesuaian pada sistem manajemen mesin, komponen penyaluran bahan bakar, serta material yang digunakan pada sistem bahan bakar.
Perubahan tersebut diperlukan karena karakteristik etanol berbeda dengan bensin konvensional. Etanol memiliki kandungan oksigen yang lebih tinggi dan sifat kimia yang menuntut penggunaan material yang lebih tahan terhadap korosi.
Meski ukurannya kecil, Wagon R Flex Fuel menjadi bagian dari strategi yang lebih besar. Pemerintah India saat ini mendorong penggunaan etanol sebagai salah satu cara mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah sekaligus memanfaatkan hasil pertanian lokal seperti tebu dan jagung.
Dengan semakin tingginya campuran etanol dalam bahan bakar, kebutuhan kendaraan yang mampu beroperasi menggunakan E85 diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Menariknya, langkah Suzuki ini hadir ketika sebagian besar industri otomotif global sedang fokus mengembangkan mobil listrik. Alih-alih hanya bertaruh pada elektrifikasi, pabrikan Jepang tersebut juga melihat potensi teknologi flex fuel sebagai salah satu solusi menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan.