Mobil Murah Rp100 Jutaan Masih Banyak Peminatnya

Daihatsu Sigra di GIIAS 2024
Daihatsu Sigra di GIIAS 2024

Mobil Low Cost Green Car atau LCGC masih menjadi pilihan utama di tengah tren kendaraan listrik yang mulai berkembang di Indonesia. Di saat teknologi elektrifikasi semakin gencar diperkenalkan, mobil dengan harga Rp100 jutaan tetap diminati karena menawarkan efisiensi dan biaya kepemilikan yang lebih terjangkau.

Sejarah mobil murah di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kehadiran program LCGC yang mulai diperkenalkan pada 2013. Program ini bertujuan menghadirkan kendaraan hemat energi dengan harga terjangkau, sekaligus memperluas akses kepemilikan mobil bagi masyarakat kelas menengah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seiring waktu, mobil LCGC berkembang tidak hanya sebagai kendaraan murah, tetapi juga sebagai pilihan rasional untuk penggunaan harian. Faktor efisiensi bahan bakar, biaya perawatan rendah, serta harga beli yang relatif terjangkau membuat segmen ini tetap bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Memasuki 2026, tren tersebut masih terlihat dari data penjualan ritel. Berdasarkan data Gaikindo, segmen Affordable Energy Saving Cars 4x2 dengan kapasitas mesin hingga 1.200 cc mencatatkan penjualan sebanyak 30.110 unit dengan kontribusi sekitar 14,2 persen terhadap pasar nasional.

Angka ini menunjukkan bahwa mobil di kelas LCGC masih memiliki basis konsumen yang kuat. Di tengah maraknya kendaraan listrik dan SUV modern, mobil Rp100 jutaan tetap relevan karena mampu menjawab kebutuhan mobilitas dasar dengan biaya yang lebih efisien.

Dominasi segmen ini juga tercermin dari performa penjualan sejumlah merek, salah satunya Daihatsu. Pada April 2026, penjualan ritel Daihatsu tercatat mencapai 12.300 unit, naik sekitar 11 persen dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 11.115 unit.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, capaian tersebut bahkan meningkat sekitar 25 persen dari 9.801 unit pada April 2025. Hal ini menandakan permintaan terhadap kendaraan terjangkau masih terus tumbuh.

Dari segmen kendaraan penumpang, Daihatsu membukukan penjualan 5.879 unit atau berkontribusi sekitar 48 persen dari total penjualan. Model LCGC seperti Daihatsu Sigra dan Daihatsu Ayla menjadi kontributor utama dengan total 3.627 unit atau sekitar 30 persen.

Selain itu, model lain seperti Daihatsu Terios juga mencatatkan penjualan 1.154 unit. Sementara model seperti Xenia, Luxio, hingga Rocky turut menyumbang penjualan gabungan sebanyak 2.252 unit.

Pada segmen komersial, Gran Max Series menjadi tulang punggung dengan penjualan 6.421 unit atau sekitar 52 persen dari total. Model ini masih menjadi andalan pelaku usaha berkat daya angkut dan efisiensi operasional yang ditawarkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, mengatakan bahwa tren ini menunjukkan perubahan kebutuhan masyarakat.

“Konsistensi Sigra dan Ayla sebagai pilihan utama first car buyer menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas kini semakin mengarah pada solusi yang fungsional, efisien, dan mampu menunjang produktivitas,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi, Rabu 6 Mei 2026.