Chery Sebut Kolaborasi Antar Merek Bantu Percepat Ekspansi

 Manufaktur asal Tiongkok, Chery baru-baru ini menjalin kerja sama atau joint venture bersama Jaguar Land Rover (JLR) untuk menghadirkan sub merek Freelander.

Freelander disebut jadi sub merek independen yang fokus menghadirkan mobil Sport Utility Vehicle (SUV). Model perdana mereka hadir sebagai purwarupa bernama Concept97.

Konsep Joint Venture atau perusahaan patungan sudah banyak dilakukan oleh beragam manufaktur Cina guna memperluas pasar mereka.

Menurut pihak Chery, kerja sama antar merek adalah hal penting yang mendukung terjadinya persaingan sehat di dunia otomotif.

Chery

“Cina memasuki era baru joint venture dan kompetisi yang sehat,” kata Wang Lang, Vice General Manager Chery dikutip dari Carnewschina, Senin (13/04).

Menurut Wang, saat ini industri telah memasuki fase di mana model kendaraan hasil kolaborasi menjadi semakin kompleks.

Proyek baru antara Chery dan JLR memanfaatkan jaringan pengembangan atau Research and Development (R&D) global.

Sehingga berbeda dari kebanyakan Joint Venture merek Cina lainnya, kali ini fokusnya tidak hanya pasar Tiongkok namun di tingkat internasional.

Bicara spesifik soal Freelander, Wang mengungkapkan Chery berkontribusi dalam integrasi rantai pasok dan pengembangan mobil listrik.

Sementara di sisi lain, JLR menawarkan desain dan brand positioning untuk membuatnya semakin mudah diterima di pasaran.

Harga bukan lagi jadi persoalan utama dalam pemasaran produk Joint Venture. Pihak Chery mengungkapkan teknologi ditonjolkan sebagai daya tarik utama buat para konsumen.

Freelander sendiri bakal mengambil strategi berbeda dari merek Chery. Sebab tak lagi menyasar kelas entry level namun pembeli di segmen atas atau premium.

Chery

Di masa mendatang, kolaborasi untuk ekspansi ke pasar global diprediksi menjadi tren di kalangan manufaktur Tiongkok.

Sebagai informasi, Freelander Concept97 bakal segera diluncurkan dalam waktu dekat. Produksi unit pertamanya bakal dilakukan di pabrik Changsu milik Chery mulai akhir 2026.

Platform yang digunakan pada model-model Freelander nantinya dapat mengakomodir jantung pacu listrik murni maupun Extended-Range Electric Vehicle (EREV).