Marak Lagi Fenomena Tag Parkir, Tidak Paham Etika

 Belum lama ini kembali viral fenomena ‘tag’ parkir terjadi di area mal. Dalam sebuah unggahan video yang beredar, terlihat seorang perempuan berdiri di satu lahan parkir kosong.

Hal itu membuat arus kendaraan di tempat parkir jadi terhambat. Ternyata perempuan tersebut menjaga parkir untuk mobil yang ditumpanginya.

Insiden serupa sudah terjadi beberapa kali. Meskipun tidak ada aturan tertulis, kebiasaan tersebut tidak patut dilakukan dan tak boleh dinormalisasikan.

“Di parkiran mal, tidak ada istilah ‘nge-tag’ parkir dengan alasan apapun. Semua kendaraan masuk gerbang saja berurutan, begitu juga saat parkir,” kata Sony Susmana, Instruktur Keselamatan Berkendara SDCI kepada KatadataOTO, Senin (16/03).

6 Kesalahan Memilih Tempat Parkir yang Bikin Kantong Jebol

Sony mengungkapkan, mobil manapun di paling depan atau lebih dulu mendapatkan kesempatan mengisi area parkir kosong, maka dia yang berhak menempatinya.

Penumpang maupun pengemudi tidak sepatutnya turun untuk menandai area parkir. Seluruh pengguna mobil harus membiasakan budaya antre agar situasi tertib dan nyaman.

“Fenomena itu menunjukkan betapa banyak orang masih bodoh di tengah kemajuan ilmu pengetahuan. Sebagai tamu atau pengunjung fasilitas umum, harus persiapkan adab baik dan paham aturan-aturannya,” tegas Sony.

Pengelola parkir ataupun area mal juga sebaiknya tegas dalam menertibkan perilaku tidak tag parkir yang tidak tertib atau menolak antre secara teratur.

Karena kebiasaan itu pada akhirnya bisa menimbulkan potensi bahaya lain buat orang tersebut maupun pengemudi.

Kemudian dapat menyebabkan kemacetan atau keributan di area parkir. Sehingga situasi semakin tidak kondusif.

Kalau tidak mau repot, biasanya gedung (mal atau area parkir) menyiapkan valet,” tegas Sony.

Perlu diketahui dengan memanfaatkan layanan valet, pemilik kendaraan bisa menitipkan mobilnya ke petugas untuk dicarikan area parkir.

Toyota Siapkan Area Parkir Khusus Mobil Hybrid dan EV

Jadi pengunjung tak perlu repot mencari parkir apalagi di tengah kondisi ramai atau lahan parkir terbatas.

Dalam menghadapi insiden seperti itu, Sony mengimbau pengemudi untuk tetap tegas kepada para pelanggar.

“Bukannya tidak mau mengalah, tetapi yang seperti ini harus ditertibkan,” tegas Sony.