Canva Rilis Fitur Magic Layers, Gambar yang Sudah Jadi Bisa "Dibongkar" dan Diedit Lagi
Platform desain grafis Canva meluncurkan fitur baru berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) baru bernama Magic Layers.
Sesuai namanya, fitur ini memungkinkan pengguna mengubah gambar datar (flat image) menjadi desain "editable" yang bisa dibongkar menjadi layer atau lapisan terpisah.
Selama ini gambar yang sudah dirender biasanya sulit dimodifikasi. Jika ingin memperbaiki kesalahan teks atau mengganti background, misalnya, pengguna harus mencari file desain asli terelebih dahulu.
Kemudian, pengguna juga masih harus mengedit ulang gambar di aplikasi seperti Adobe Photoshop atau menggunakan alat AI generatif yang sering kali menghasilkan perubahan kurang presisi.
Nah dengan Magic Layers ini, Canva bisa "membongkar" gambar dengan memecah menjadi elemen-elemen desain yang bisa diedit kembali sesuai kebutuhan.
Cara kerja Magic Layers
Chief Product Officer sekaligus salah satu pendiri Canva, Cameron Adams menjelaskan, Magic Layers bekerja dengan merekayasa ulang gambar menjadi bagian-bagian terpisah.
Ketika pengguna memasukkan sebuah gambar, baik gambar hasil AI maupun file lama dari folder, Magic Layers akan memecah elemen-elemen tersebut secara presisi.
Sistem AI pada fitur ini akan menganalisis struktur visualnya. Fitur ini dapat membedakan antara objek di depan, latar belakang, serta mengenali tipografi sebagai teks yang dapat diedit.
Tangkapan layar tampilan fitur Magic Layers di platform desain grafis Canva yang dapat memecah gambar datar menjadi berbagai elemen seperti teks, objek, dan latar belakang sehingga bisa diedit secara terpisah.
Hasilnya, teks yang sebelumnya berupa gambar tetap, akan berubah menjadi kotak teks yang dapat diedit di Canva. Pengguna dapat memperbaiki ejaan, mengganti jenis huruf, menyesuaikan ukuran, atau menerjemahkan teks tersebut.Hal serupa juga berlaku untuk objek visual. Pada proyek desain, elemen yang sudah dipisah, dapat dipindahkan, diubah ukurannya, atau dihapus, sesuai kebutuhan pengguna.
Elemen yang sudah dipisahkan ini juga dapat diproses menggunakan berbagai alat pengeditan Canva lainnya, termasuk fitur AI seperti Magic Edit.
Karena Canva merupakan platform berbasis Cloud, proyek desain yang dihasilkan dari Magic Layers ini juga dapat langsung digunakan untuk kolaborasi tim secara real-time.
Beberapa pengguna dapat masuk ke proyek yang sama dan mengedit elemen desain secara bersamaan, layaknya saat mengerjakan desain di Canva pada umumnya.
Ditopang berbagai model AI
Canva menyebut, fitur Magic Layers ditenagai oleh model AI desain milik perusahaan yang baru diperkenalkan pada Oktober tahun lalu. Model ini dirancang untuk memahami elemen-elemen desain dalam sebuah gambar.
Selain itu, Canva juga memanfaatkan berbagai model AI dari perusahaan lain, seperti OpenAI dan Antrophic. Keduanya dipakai untuk mendukung berbagai fitur AI di platform Canva.
Ke depan, teknologi AI sendiri diperkirakan akan semakin mampu memahami objek visual dalam gambar secara otomatis. Jika teknologi tersebut semakin matang, pengguna mungkin tidak perlu lagi memikirkan konsep layer saat mengedit desain.
Untuk saat ini, fitur Magic Layers yang disediakan Canva diyakini dapat membantu banyak pengguna dan perusahaan dalam mengedit gambar dengan lebih cepat, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Fastcompany.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang