Harga HP Oppo dan OnePlus Naik mulai 16 Maret

Oppo, smartphone, harga HP, Harga HP Oppo dan OnePlus Naik mulai 16 Maret

Harga HP Oppo dipastikan naik dalam waktu dekat. Kebijakan ini diumumkan Oppo melalui sebuah unggahan di toko online perusahaan.

Unggahan tersebut pertama kali ditemukan oleh media teknologi Gizmochina. Dalam posting tersebut, Oppo mengatakan, penyesuaian harga ini terjadi karena produsen smartphone menghadapi kenaikan biaya komponen, khususnya dalam hal memori dan penyimpanan.

Perusahaan asal China ini memastikan bahwa kebijakan itu diambil setelah pihaknya melakukan evaluasi yang cermat terkait peningkatan biaya komponen.

Kenaikan harga HP Oppo akan mulai berlaku pada Senin (16/3/2026). Untuk saat ini, model yang terdampak kenaikan harga yaitu ponsel entry-level hingga menengah dari Oppo dan OnePlus.

Lebih spesifik, kebijakan itu akan memengaruhi harga Oppo A series hingga K series. Namun, pihak Oppo tak merinci daftar modelnya dan menegaskan bahwa tidak semua perangkat keluaran perusahaan mengalami kenaikan harga.

Model ponsel premium dari lini seri Find dan Reno misalnya, dipastikan tidak mengalami kenaikan harga. Artinya, harganya tetap dibanderol dengan harga saat ini. Begitu pula dengan harga tablet keluaran Oppo yang dipastikan tidak mengalami penyesuaian.

Menurut Oppo, penyesuaian ini diperlukan demi mempertahankan kualitas produk dan pengalaman pengguna secara menyeluruh, dilansir KompasTekno dari Gizmochina.

Bukan Oppo saja, beberapa vendor smartphone lainnya juga meningkatkan harga ponselnya di tengah kenaikan biaya komponen perangkat.

Di Indonesia, harga beberapa smartphone dari Vivo dan Xiaomi mengalami kenaikan. Misalnya Vivo Y21d kini dijual Rp 2,6 juta–Rp 3,4 juta tergantung varian, sementara Vivo Y04s naik dari Rp 1,4 juta menjadi Rp 1,549 juta,

Untuk HP Xiaomi, model yang mengalami kenaikan antara lain Xiaomi 15T 12/256 GB yang dibanderol Rp 7,5 juta dari harga awal Rp 7 juta, serta Poco C71 4/128 GB dari Rp 1,1 juta menjadi Rp 1,4 juta.

Pasar ponsel 2026 terancam suram

Lembaga riset International Data Corporation (IDC) juga memperkirakan jumlah pengiriman (shipment) smartphone dunia akan anjlok 12,9 persen secara tahunan menjadi hanya 1,12 miliar unit. 

Angka tersebut digadang-gadang menjadi level shipment terendah dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Dalam laporan terbarunya, IDC menyebut penyebab utama kemerosotan shipment smartphone tahun ini adalah krisis memori global. 

Kelangkaan pasokan terjadi karena banyak perusahaan AI/teknologi, sebut saja seperti Meta, Google, dan Microsoft, menyerap pasokan chip memori dalam jumlah besar untuk membangun pusat data (data center) AI.

Kondisi membuat pasokan memori terbatas, sedangkan permintaan tetap tinggi. Produsen chip disebut lebih memprioritaskan pasar data center yang memiliki margin lebih tinggi dibanding perangkat konsumen seperti smartphone.

Memori, khususnya DRAM (RAM) merupakan komponen krusial pada smartphone karena memungkinkan aplikasi berat berjalan dengan lancar. Ketika harga memori melonjak, biaya produksi perangkat ikut terdongkrak.

Oppo, smartphone, harga HP, Harga HP Oppo dan OnePlus Naik mulai 16 Maret

Suasana seorang pengunjung sedang bertandang ke toko HP di ITC Kuningan, Senin (12/6/2023).

IDC memperkirakan harga jual rata-rata smartphone (average selling price/ASP) diramalkan naik 14 persen menjadi rekor baru 523 dollar AS (sekitar Rp 8,7 juta) pada 2026.

Alhasil, vendor HP diprediksi akan mengalihkan fokus ke model premium dengan margin lebih tinggi guna menutup lonjakan biaya komponen.

Segmen ponsel murah di bawah 100 dollar AS (sekitar Rp 1,6 juta) juga disebut terancam menjadi “tidak lagi murah” secara permanen, bahkan setelah harga memori diproyeksikan stabil pada pertengahan 2027.

Dampak krisis chip memori ini diyakini tidak merata. IDC menyebut vendor Android kelas bawah akan menjadi pihak yang paling terdampak karena margin mereka tipis dan sensitif terhadap kenaikan biaya.

Sebaliknya, Apple dan Samsung dinilai memiliki posisi lebih kuat berkat keuangan yang sehat dan dominasi di segmen premium.

IDC bahkan memprediksi dua raksasa ini berpotensi memperluas pangsa pasar ketika pesaing yang lebih kecil kesulitan bertahan.

IDC memperkirakan pasar mulai menunjukkan pemulihan tipis sebesar hampir 2 persen pada 2027. Kemudian diikuti pemulihan shipment lebih lanjut sekitar 5,2 persen pada 2028.

Meski demikian, lembaga riset tersebut menegaskan bahwa pasar kemungkinan tidak akan kembali ke pola pertumbuhan sebelumnya.

"Krisis memori ini bukan sekadar penurunan sementara, tetapi reset struktural bagi seluruh pasar," kata Nabila Popal, Senior Research Director IDC.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang