Game yang Viral di The Game Awards 2025 Sekarang Tutup Server

Game, Highguard, Wildlight Entertainment, Game yang Viral di The Game Awards 2025 Sekarang Tutup Server

Salah satu ajang penghargaan game paling bergengsi di dunia, The Game Awards selalu menampilkan satu video cuplikan (trailer) sebuah game yang paling menarik dan patut ditunggu di akhir acara. 

Di The Game Awards (TGA) 2025 Desember 2025 lalu, trailer yang ditampilkan adalah Highguard, sebuah game buatan studio independen asal AS, Wildlight Entertainment.

Highguard merupakan game tembak-menembak (shooter) yang melibatkan elemen peran (RPG) ala Apex Legends, Overwatch, hingga Valorant.

Game ini, yang bisa dibilang menghebohkan (hype) panggung TGA 2025, meluncur 26 Januari 2026 lalu dan bisa dimainkan gratis (free to play) di PlayStation 5 (PS5), Xbox Series X/S, dan PC.

Di PC, terutama di platform Steam, game ini langsung diserbu oleh sekitar 97.000 orang pengguna yang bermain bersamaan.

Pekan ini, Wildlight Entertainment mengatakan bahwa Highguard sudah dimainkan oleh lebih dari 2 juta orang. 

Meski diklaim banyak yang main, pengembang game yang mayoritas dirintis oleh mantan karyawan Respawn Entertainment (pembuat game Apex Legends) tersebut ternyata memilih untuk mempensiunkan game dalam waktu singkat. 

Dalam posting X (dahulu Twitter) dengan handle @PlayHighguard, Wildlight Entertainment memastikan server Highguard akan ditutup pada 12 Maret 2026 mendatang. 

Artinya, game ini hanya bertahan sekitar 45 hari atau kurang lebih satu bulan dari peluncuran awalnya. Lantas, apa alasan game ini ditutup?

“Terlepas dari semangat dan kerja keras tim kami, kami belum berhasil membangun basis pemain yang berkelanjutan untuk mendukung game ini dalam jangka panjang," kata Wildlight Entertainment.

Sebelum penutupan, pengembang merilis satu pembaruan terakhir pada 5 Maret 2026 yang menghadirkan karakter alias "Warden" baru, senjata baru, sistem progres akun, serta fitur progres kemampuan alias "Skill Tree".

"Server akan tetap online hingga 12 Maret. Kami berharap Anda bisa kembali bermain bersama kami sekali lagi untuk menunjukkan dukungan dan menikmati pertandingan terakhir yang seru selagi masih bisa," pungkas Wildlight Entertainment.

Jumlah pemain turun drastis

Game, Highguard, Wildlight Entertainment, Game yang Viral di The Game Awards 2025 Sekarang Tutup Server

Ilustrasi jumlah pemain Highguard yang anjlok sejak peluncuran awalnya.

Nah, pernyataan Wildlight Entertainment seputar alasan penutupan server di atas mengarah pada jumlah pemain Highguard saat ini, yang tak sebanyak pada hari awal peluncuran. 

Di platform Steam, jumlah pemain yang aktif bersamaan setelah pekan pertama peluncuran hanya mencapai 15.000 pemain, anjlok dari angka 97.000 pemain di awal peluncuran. 

Sekitar satu bulan (30 hari) setelah rilis, jumlah pemain aktif di Steam turun drastis hingga hanya sekitar 1.000 pemain bersamaan.

Menjelang penutupan server atau per Kamis (5/3/2026), jumlah pemain yang tercatat bermain bersamaan di Steam terpantau kini hanya kurang dari 500 orang, dengan puncak pemain terbanyak hanya menyentuh angka 600 orang di 24 jam terakhir.

Perlu dicatat, data tersebut hanya berasal dari platform Steam dan tidak memuat data pemain Highguard di PS5 atau Xbox Series X/S.

Namun, jumlah pemain di Steam ini bisa menjadi gambaran bahwa Highguard kini sepi pemain.

Sebelum informasi penutupan server, tim Wildlight Entertainment sebenarnya sempat mencoba mempertahankan minat pemain dengan berbagai pembaruan (update).

Beberapa perubahan yang dilakukan antara lain menambahkan mode 5v5 untuk meningkatkan intensitas pertempuran serta mempercepat tempo permainan.

Pengembang juga merilis pembaruan yang menghadirkan karakter baru, serta sejumlah penyesuaian gameplay seperti menghapus fase persiapan dan pengumpulan sumber daya dalam permainan.

Namun berbagai upaya tersebut tampaknya tak cukup untuk menarik kembali pemain.

Bisnis Wildlight Entertainment terdampak

Game, Highguard, Wildlight Entertainment, Game yang Viral di The Game Awards 2025 Sekarang Tutup Server

Gameplay dan karakter di Highguard.

Masalah soal pemain ini juga berdampak pada bisnis Wildlight Entertainment.

Menurut laporan Bloomberg, sebagian besar tim studio game itu diberhentikan (diputus hubungan kerja/PHK) hanya sekitar dua minggu setelah game tersebut dirilis.

PHK tersebut terjadi setelah investor utama, Tencent, menarik pendanaan proyek.

Pendanaan tersebut kabarnya dilatarbelakangi oleh jumlah pemain Highguard yang memang tak sesuai ekspektasi. 

Akibatnya, proyek Highguard kehilangan dukungan finansial yang dibutuhkan untuk terus beroperasi dalam jangka panjang.

Kondisi ini pada akhirnya membuat pengembang memutuskan untuk menghentikan layanan game tersebut.

Terlalu banyak mekanisme dalam satu game

Game, Highguard, Wildlight Entertainment, Game yang Viral di The Game Awards 2025 Sekarang Tutup Server

Gameplay Highguard.

Membahas soal Highguard, sejumlah ulasan di Steam tampak mengatakan bahwa game ini terlalu banyak dijejali dengan mekanisme game (gameplay) yang terlalu kompleks.

Secara dasar, game ini merupakan first-person shooter (FPS) yang mempertemukan dua tim berisi tiga pemain untuk menghancurkan markas lawan, mirip konsep game multiplayer online battle arena (MOBA).

Namun game ini juga menggabungkan banyak elemen lain, seperti:

  • Sistem fortifikasi markas seperti di Rainbow Six Siege
  • Kemampuan karakter ala hero shooter seperti Overwatch
  • Mekanisme pengumpulan sumber daya seperti game survival
  • Sistem perdagangan item

Gabungan berbagai mekanisme tersebut membuat ritme permainan dianggap kurang konsisten bagi sebagian pemain.

Sebagian besar pemain juga mengatakan game ini terlalu membosankan dan "kaku", serta terasa seperti game "beta" yang belum selesai dikembangkan.

Adapun ringkasan ulasan (review) di Steam untuk Highguard menunjukkan label "Mixed" atau setengah bagus setengah buruk. 

Mereka yang mengulas bagus menyebut bahwa game ini memiliki potensial yang lebih apabila dikembangkan lebih serius di masa depan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Polygon, Kamis (5/3/2026).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang