Nilai Tukar Petani di Sumut Mengalami Peningkatan pada Februari 2026
Nilai tukar petani (NTP) di Sumatera Utara (Sumut) mengalami peningkatan dibandingkan secara bulan ke bulan (month to month) pada Februari 2026.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Asim Saputra setelah membandingkan data bulan Januari 2026.
"NTP pada Februari nilainya 154,23 atau naik 2,26 persen dibandingkan Januari 2026," kata Asim Saputra, dilansir Antara, Selasa (3/3/2026).
Asim mengatakan kenaikan NTP Sumut tersebut tidak lepas dari indeks harga yang diterima petani (It) dan indeks harga bayar petani (Ib).
Pada Februari 2026, nilai lt mencapai 192,65 atau 2,5 persen dengan komoditas penyumbang kelapa sawit, karet, cabai merah, ayam ras pedaging, tomat dan kubis.
Sementara, Ib berada di angka 124,91 persen atau naik 0,26 persen yang dipengaruhi kenaikan di antaranya cabai merah, beras, upah, dan tomat.
Tanaman hortikultura mengalami kenaikan paling tinggi
Asim mengatakan NTP subsektor yang mengalami kenaikan terbesar di antaranya pada tanaman hortikultura (5,20 persen), tanaman perkebunan rakyat (2,77 persen), dan peternakan (2,21 persen).
Beberapa mengalami penurunan, yakni tanaman pangan turun tipis 0,01 persen dan pembudidayaan ikan turun 0,08 persen.
Selain itu, nilai tukar usaha petani (NTUP) juga mencapai nilai 157,19 atau naik 2,38 persen dibandingkan Januari 2026.
"Kenaikan itu dipengaruhi indek penambahan barang modal meningkat tipis 0,14 persen atau dengan nilai 122,56," ujar Asim.
Apa itu Nilai Tukar Petani?
Nilai tukar petani (NTP) di Sumatera Utara mengalami peningkatan dibandingkan secara bulan ke bulan (month to month) pada Februari 2026.
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).
NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan.
Sebab NTP dapat menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
Sederhananya, Nilai Tukar Petani atau NTP mengukur perbandingan antara harga yang diterima petani dari penjualan hasil produksi dan biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan produksi serta konsumsi rumah tangga.
Semakin tinggi NTP, kesejahteraan petani meningkat karena pendapatan dari produksi mampu menutupi biaya pengeluaran.
Sumber:
Antara
Badan Pusat Statistik (BPS)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang