Denza B5 Diminati Konsumen, Jaring Pemesanan Meskipun Tanpa Harga

 BYD memamerkan salah satu lini mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) mereka buat pertama kalinya di Indonesia yakni Denza B5.

Bukan di IIMS 2026, Denza B5 justru dihadirkan di ajang BCA Expoversary yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang.

Tetapi Denza B5 hadir hanya sebagai display saja. Keran pemesanannya belum resmi dibuka oleh pihak BYD.

Meskipun begitu, perwakilan BYD mengungkapkan sudah ada konsumen yang berminat melakukan pemesanan Denza B5 di ajang tersebut.

Denza B5

Padahal belum ada informasi resmi terkait peluncuran maupun kisaran harganya apabila nanti dihadirkan di Indonesia.

Hal itu juga cukup mengejutkan bagi BYD. Denza B5 dipamerkan sebagai sarana unjuk teknologi BYD dan penerapannya dalam produk-produk mereka.

“Kita belum bisa memberikan harga indikasi secara resmi, hanya melihat ketertarikannya dari sisi apa,” kata Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia di sela IIMS 2026, Selasa (10/02).

Menurut Luther, animo konsumen yang melihat Denza B5 secara langsung terbilang positif. Beberapa orang mau melakukan pemesanan walaupun belum ada harga resmi.

Luther menegaskan belum ada informasi lebih lanjut yang bisa diberikan terkait Denza B5. Namun dapat dipastikan model itu memang direncanakan hadir di Tanah Air dalam waktu dekat.

“Pada sebuah kesempatan kemarin itu dengan pimpinan tertinggi (BYD) Asia Pasifik juga ditanyakan, kapan Denza B5 dibawa ke Indonesia. Beliau menyatakan di tahun ini,” ungkap Luther.

Apabila hadir di Indonesia, maka Denza B5 akan model PHEV perdana dari BYD di dalam negeri.

Saat ini sub merek Denza masih diisi oleh satu model mengisi segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) yaitu D9 yang merupakan mobil listrik murni.

Denza B5

Denza B5 dirancang tampil elegan dan diimbangi kemampuan mumpuni buat melibas medan offroad.

Model tersebut pakai motor elektrik bertenaga 400 kW atau setara 536,4 hp serta torsi puncak 760 Nm. 

Jantung pacunya berkapasitas 1.500 cc, dilengkapi baterai Blade Battery 31,8 kWh yang suguhkan daya jelajah listrik murni setidaknya 90 kilometer (WLTC).