Jaecoo Tampung Ide Modifikasi J5 EV dari Pengunjung IIMS 2026
Sub merek dari Chery Group, Jaecoo menghadirkan sederet inspirasi modifikasi mobil listrik J5 EV di IIMS 2026.
Dalam kesempatan itu, Jaecoo turut mengajak pengunjung IIMS 2026 dan beberapa pemilik J5 EV untuk memberikan masukan terkait personalisasi pada kendaraan dalam kegiatan J5 EV Co-creation.
Beberapa pemilik Jaecoo J5 EV juga telah melakukan modifikasi pada kendaraan sesuai selera dan kebutuhannya.
“Kita ingin membuka kesempatan bukan hanya ke konsumen, tetapi dengan para pengunjung IIMS 2026 untuk memberikan masukan,” kata Moch. Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia di JIExpo Kemayoran, Minggu (08/02).

Program tersebut diharapkan dapat menghasilkan J5 EV yang sesuai dengan selera setiap konsumen.
Salah seorang pemilik J5 EV, Adrian mengatakan dirinya mengapresiasi andil perwakilan Jaecoo dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
Ke depannya Adrian berharap pihak Jaecoo bisa lebih banyak menyediakan aksesori yang dapat dibeli oleh para konsumen.
“Karena permintaannya tinggi di lapangan, termasuk mobil J5 EV-nya sendiri. Banyak teman-teman yang masih menunggu,” kata Adrian, pemilik J5 EV dalam kesempatan sama.
Mobil Jaecoo J5 EV sendiri, menurut Adrian fleksibel untuk diterapkan berbagai opsi modifikasi. Ini membuat banyak pemilik tertarik berkreasi.
“Jadi saya berharap Jaecoo semakin melebarkan sayap di Indonesia, cabang dan pilihan (mobil) banyak dan spare part semakin lengkap,” ucap Adrian.
Sebagai informasi, Jaecoo sudah mulai menyerahkan unit J5 EV ke konsumen yang melakukan pemesanan sejak 2025.
Per akhir Januari 2026, sebanyak 3.000 unit Jaecoo J5 EV telah dikirim ke tangan pelanggan.
Di IIMS 2026 berlaku program spesial bertajuk Price Lock Insurance. Pemilik J5 EV cukup membeli asuransi Rp 8 juta dan mendapatkan perlindungan dari potensi kenaikan harga apabila insentif mobil listrik tidak dilanjutkan.

Sementara bicara secara keseluruhan pemesanan Jaecoo J5 EV diklaim sudah mencapai 12.000 unit.
Program Price Lock Insurance bisa diikuti seluruh konsumen yang telah membayarkan tanda jadi sampai 31 Desember 2025.
Sehingga nantinya kalaupun insentif EV dihentikan, konsumen bisa tetap membayar Rp 299 juta sesuai harga awal yang ditawarkan.