Chery Akui Penghapusan Insentif Bakal Tekan Penjualan EV
Chery mengungkap bahwa harga kendaraan listrik berpotensi mengalami kenaikan tahun ini. Pasalnya pemerintah berencana menghentikan pemberian insentif yang sebelumnya menjadi daya tarik.
Meski demikian mereka akan tetap mendukung apapun keputusan pemerintah.
“Kami melihat bahwa mobil listrik tetap memiliki peminat karena ada beberapa keunggulan. Salah satunya di Jakarta karena bebas ganjil genap Jakarta,” ungkap udi Darmawan, Vice Country Director PT Chery Sales Indonesia (CSI) beberapa waktu lalu.
Menurutnya, dengan adanya aturan bebas ganjil genap Jakarta maka mobil listrik masih tetap efektif untuk digunakan bermobilitas. Oleh sebab itu masyarakat yang bekerja di kawasan tersebut bakal tetap menjadikannya sebagai pilihan utama.

“Jadi walaupun nanti insentif pemerintah di hapus dan terjadi kenaikan harga, rasanya tetap akan menjadi pilihan,” tambahnya.
Sayangnya ia tidak menyampaikan berapa kira-kira kenaikan harga yang terjadi pada kendaraan listriknya bila insentif resmi dihentikan.
Walau tetap optimis mobil listrik masih mendapat respon baik, dirinya mengakui pasar tetap akan terdampak. Penjualannya diperkirakan bakal melambat dan digantikan dengan hybrid.
“Kenaikan harga mobil listrik sedikit banyak bakal mempengaruhi pasar dan kemungkinan hybrid bakal menjadi pilihan baru,” tambahnya kemudian.
Meski demikian dirinya memastikan Chery tetap berkomitmen untuk meluncurkan kendaraan listrik di Tanah Air. Mereka bahkan berencana untuk meluncurkan City Car EV di 2026.
Kehadiran model tersebut dipercaya bisa mendorong penjualan mereka di segmen mobil listrik.
Perlu diketahui bahwa wholesales mobil listrik atau penyaluran unit dari pabrik ke diler di 2025 menunjukkan tren positif.

Dari jumlah ini, Chery J6 menjadi menjadi yang terlaris kelima. Tercatat EV tersebut dikirim 6.070 unit dari pabrik ke diler.
Sementara itu untuk Chery Omoda E5 juga masuk ke 20 besar. Tercatat model tersebut berhasil terkirim sebanya 1.404 unit.