Kia Tolak Hapus Tombol, Ada Fungsi Tertentu yang Dibutuhkan

Sejumlah pabrikan sempat melangkah terlalu jauh, membebani mobil mereka dengan layar sentuh dan menghapus banyak kontrol fisik. Kia bukan salah satunya. Meski kendaraan terbaru Kia memang memakai layar berukuran besar, tombol tetap tersedia untuk fungsi inti seperti HVAC dan media. Dan hal itu tampaknya tidak akan berubah dalam waktu dekat.
"Ada fungsi-fungsi tertentu yang harus bisa Anda temukan seketika, dan Anda tidak ingin salah menekan, jadi kami mempertahankannya dalam bentuk fisik,” kata Jochen Paesen, kepala desain interior Kia, dalam wawancara dengan Autocar.
Interior Kia K4 Sportwagon
Menurut Paesen, Kia telah belajar bahwa mengakses suatu fungsi yang membutuhkan tiga kali sentuhan di menu adalah hal yang “buruk untuk semua orang.” Ia mengapresiasi pabrikan asal Tiongkok yang mendorong ide dan teknologi baru ke dalam mobil, namun menekankan pentingnya agar perusahaan tidak sekadar menambahkan fitur tanpa henti—fitur tersebut juga harus benar-benar berguna.
"Kuncinya adalah menemukan keseimbangan untuk menghadirkan tingkat kehangatan dan aspirasi tertentu," ujarnya, dan itu berarti mengeksplorasi peluang baru seiring teknologi berkembang serta bereksperimen untuk kendaraan Kia di masa depan.
Pabrikan Mengakui: Ada Kesalahan
Interior Kia EV2
Tidak sering pabrikan mengakui mereka keliru dan kemudian berbalik arah, tetapi urusan tombol menjadi pengecualian. Dalam beberapa bulan terakhir, Mercedes-Benz, Ferrari, Volkswagen, Skoda, dan lainnya menyuarakan dukungan untuk mempertahankan atau mengembalikan kontrol fisik di kendaraan mereka.
Layar sentuh membuat pengemudi harus mengalihkan pandangan dari jalan saat menelusuri menu, yang berbahaya. Tombol kapasitif tidak jauh lebih baik, dan beberapa pabrikan bahkan mulai mengurangi penggunaannya, seperti VW.
Permintaan terhadap tombol dan sakelar sungguhan begitu tinggi di kalangan konsumen hingga Hyundai mulai mempertanyakan apakah mobil memang perlu layar besar sama sekali. Jika tidak, hal itu memberi desainer lebih banyak kebebasan untuk menciptakan interior yang unik—bukan sekadar dua "tablet" besar di dasbor.
Pandangan Motor1: Keputusan Kia mempertahankan tombol untuk fungsi inti adalah langkah yang tepat dan membantu merek ini membedakan diri dari mereka yang sekadar mengikuti tren yang digerakkan segelintir pihak. Konsumen sudah bertahun-tahun meminta tombol di mobil, dan sementara beberapa pabrikan kini berbalik arah, Kia justru melaju ke depan dengan terus menyempurnakan panel instrumen yang kaya tombol.