Gempar! Ubisoft Batal Rilis 6 Game Termasuk Prince of Persia Remake

Platform Game Ubisoft
Platform Game Ubisoft

 Ubisoft, salah satu penerbit dan pengembang video game terbesar di dunia, mengejutkan industri dengan pengumuman besar berupa pembatalan beberapa proyek game, penutupan studio, serta perubahan strategi perusahaan yang signifikan.

Keputusan ini diumumkan dalam rilis resmi perusahaan sebagai bagian dari company-wide reset atau restrukturisasi penuh untuk menanggapi tantangan industri game global yang semakin kompetitif dan meningkatnya biaya produksi game AAA.

Deretan Game di Ubisoft

Pembatalan Enam Proyek Game Termasuk Remake Prince of Persia

Salah satu keputusan paling mencolok yang diumumkan Ubisoft adalah pembatalan enam proyek game yang tengah dalam pengembangan. Di antara judul-judul yang dihentikan, yang paling menarik perhatian publik adalah remake Prince of Persia: The Sands of Time versi modern dari game klasik yang awalnya dijadwalkan dirilis untuk menyambut penggemar waralaba legendaris tersebut.

Ubisoft menjelaskan bahwa meskipun proyek remake ini memiliki basis penggemar yang kuat dan antisipasi pasar yang tinggi, tim pengembangannya menghadapi kesulitan signifikan dalam mencapai standar kualitas yang diharapkan.

Alih-alih berinvestasi lebih jauh pada proyek yang belum menunjukkan hasil yang memuaskan, manajemen memilih untuk menghentikannya guna mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif.

Selain Prince of Persia, pembatalan juga mencakup empat judul yang belum diumumkan publik—berasal dari berbagai genre yang berbeda serta satu game mobile yang sedang dikembangkan oleh studio internal. Identitas dari salah satu proyek tersebut masih dirahasiakan oleh Ubisoft, hanya disebut sebagai “proyek internal yang tidak akan dilanjutkan”.

Penundaan Tujuh Game Lain untuk Peningkatan Kualitas

Tidak semua berita pada pengumuman tersebut bersifat negatif. Ubisoft juga mengonfirmasi bahwa tujuh game lain akan diberikan waktu pengembangan tambahan. Alih-alih dibatalkan, game-game ini akan ditunda peluncurannya agar dapat disempurnakan lebih jauh sehingga memenuhi standar kualitas yang lebih tinggi sebelum dirilis ke publik.

Salah satu permainan yang dijadwalkan ulang adalah game besar yang semula direncanakan rilis dalam tahun fiskal 2026 dan kini dipindahkan ke fiskal 2027. Penundaan ini memungkinkan tim kreatif bekerja lebih mendalam pada sistem gameplay, narasi, serta aspek teknis yang kompleks.

Transformasi Struktur Organisasi Ubisoft

Restrukturisasi yang diumumkan Ubisoft jauh lebih besar daripada sekadar pembatalan atau penundaan game. Penerbit yang berbasis di Perancis ini sedang mengubah model operasionalnya untuk mencerminkan fokus yang lebih strategis terhadap kualitas dan keberlanjutan.

Salah satu perubahan utama adalah pembentukan lima “Creative Houses”. Setiap Creative House akan bertanggung jawab penuh terhadap portofolio genre tertentu misalnya game dunia terbuka (open-world) atau permainan layanan langsung (live service) dengan otoritas kreatif yang lebih besar dibanding struktur tim tradisional sebelumnya.

Ubisoft berharap struktur baru ini mempercepat proses produksi dan pengambilan keputusan, sehingga dapat menghasilkan game-game berkualitas tinggi secara konsisten.

Penutupan dan Perubahan di Studio Ubisoft

Sebagai bagian dari perubahan struktural, Ubisoft juga mengumumkan penutupan beberapa studio secara permanen. Dua studio yang telah dikonfirmasi ditutup sepenuhnya adalah Ubisoft Halifax dan Ubisoft Stockholm. Kedua lokasi ini di masa lalu berkontribusi pada berbagai proyek Ubisoft, termasuk beberapa yang kini dibatalkan.

Studio lainnya, termasuk kantor Ubisoft di Abu Dhabi, RedLynx di Finlandia, dan Massive Entertainment di Swedia, akan mengalami reorganisasi internal. Perubahan ini mencakup penataan ulang tim, evaluasi ulang proyek yang sedang dikembangkan, serta penyesuaian prioritas pengembangan.

Selain itu, Ubisoft juga mengubah kebijakan kerja internal dengan memberlakukan kembali aturan kerja di kantor lima hari per minggu, dengan sejumlah tunjangan untuk bekerja dari rumah tetap diatur secara terbatas. Kebijakan ini diproyeksikan bertujuan meningkatkan kolaborasi langsung serta produktivitas di studio pusat pengembangan.

Dampak Terhadap Saham dan Reaksi Pasar

Pengumuman besar ini tak hanya berimbas pada perubahan internal, tetapi juga telah memengaruhi respons pasar dan nilai saham Ubisoft. Saham perusahaan turun secara signifikan setelah rilis berita, mencatat salah satu penurunan terbesar sejak perusahaan tersebut tercatat di bursa saham pada tahun 1996.

Analis industri menyatakan bahwa penurunan mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek jangka pendek Ubisoft dan tekanan yang dihadapi industri game AAA secara keseluruhan, termasuk tingginya biaya produksi dan persaingan global yang intens.

Pernyataan Manajemen Ubisoft

CEO Ubisoft dan jajaran manajemen puncak menyatakan bahwa meskipun pembatalan proyek, penutupan studio, dan penundaan game adalah langkah yang sulit, keputusan tersebut dianggap perlu untuk menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang lebih berkelanjutan.

Mereka menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen pada waralaba ikonik seperti Assassin’s Creed dan Far Cry, serta berencana terus membangun karya-karya baru yang relevan dengan aspirasi pemain.

Manajemen juga menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memfokuskan sumber daya pada proyek yang lebih menjanjikan serta untuk meningkatkan kualitas keseluruhan dari game Ubisoft di masa depan. Fokus terhadap live service dan open-world, keduanya dianggap sebagai segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan paling besar di industri.

Platform Game Ubisoft

Platform Game Ubisoft

Prospek Ke Depan Ubisoft

Perubahan besar di Ubisoft ini diperkirakan akan berdampak pada jadwal rilis game selama beberapa tahun mendatang, namun perusahaan berharap bahwa hasil dari restrukturisasi ini akan menghasilkan game yang lebih matang, inovatif, dan memenuhi harapan komunitas pemain global.

Ubisoft juga menargetkan peningkatan efisiensi proses produksi serta pengurangan risiko proyek yang tidak efisien melalui fokus yang lebih tajam pada kualitas daripada kuantitas.