Belanja Live Streaming Jadi Tren Baru Penggerak Transaksi E-Commerce
Perkembangan perdagangan digital di Indonesia terus mengalami penyesuaian seiring perubahan preferensi konsumen. Platform e-commerce tidak hanya bersaing dari sisi harga dan ketersediaan produk, tetapi juga dari pengalaman berbelanja yang ditawarkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, integrasi antara konten digital dan aktivitas transaksi menjadi salah satu pendekatan yang semakin banyak diterapkan, khususnya di sektor fesyen yang sangat bergantung pada visual dan tren.
Pada awal 2026, TikTok Shop by Tokopedia memperkenalkan Fashion Playground, sebuah inisiatif yang menyoroti pemanfaatan live streaming dalam perdagangan digital. Inisiatif tersebut telah mulai diperkenalkan sejak pertengahan 2025 dan disebut mampu mendorong rata-rata transaksi brand yang berpartisipasi sebesar 86,62 persen.
Secara makro, industri fesyen memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Pada triwulan II-2025, sektor ini berkontribusi sebesar 6,96 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas, meningkat 1,6 persen secara tahunan (year on year).
Dari sisi ketenagakerjaan, industri fesyen menyerap sekitar 1,6 juta tenaga kerja di industri kecil serta 89 ribu tenaga kerja di industri besar. Dalam ekosistem digital, fesyen tercatat sebagai kategori terbesar di e-commerce Indonesia dengan kontribusi sekitar 16 persen dari total nilai transaksi.
"Fesyen terus menjadi salah satu kategori dengan permintaan tertinggi. Pada Ramadan 2025, misalnya, kenaikan transaksi hijab, celana pria, pakaian dan sepatu wanita mencapai lebih dari 2 kali lipat dibandingkan Ramadan 2024," kata Tri Boby Candra (Boby), Cluster Leader Tokopedia and TikTok E-Commerce Indonesia, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Selasa, 13 Januari 2026.
"Untuk memperkuat rantai nilai industri fesyen secara menyeluruh dan mendorong pertumbuhan jangka panjang, kami menginisiasi TikTok Shop by Tokopedia Fashion Playground sebagai wadah pemberdayaan brand, desainer, affiliate content creator, serta pencinta produk fesyen," ujarnya.
Sejalan dengan meningkatnya nilai transaksi e-commerce nasional dari Rp205,5 triliun pada 2019 menjadi Rp487,01 triliun pada 2024, faktor keamanan dan kepercayaan konsumen menjadi perhatian penting.
Dalam praktiknya, Fashion Playground menggabungkan aktivitas offline dan online melalui sejumlah format, seperti peragaan busana yang disiarkan secara langsung, bazar brand fesyen terkurasi, live streaming booth, serta sesi kolaborasi antara brand dan kreator konten.
Pendekatan ini mencerminkan pergeseran model e-commerce menuju discovery commerce, di mana keputusan pembelian dipengaruhi oleh konten visual dan interaksi real time.
Sejumlah merek fesyen lokal dan nasional turut berpartisipasi, termasuk SAKURA BARU, JINISO Jeans, Grosir Klamby, ROWÉY, Porto, Carvil, No Void Minds, PATRIS, MBA My Blank Apparel, AIJO, dan ANTARESTAR. Selain itu, beberapa brand modest dan fesyen muslim juga terlibat untuk menyambut momentum Ramadan dan Lebaran.
TikTok Shop by Tokopedia mencatat, pemanfaatan fitur live streaming oleh sejumlah penjual fesyen dapat mendorong kenaikan nilai transaksi hingga 30 kali lipat. "Ajang ini memungkinkan penjual mengoptimalkan transaksi, khususnya lewat konten live streaming berkualitas next level berkat dukungan fashion show dan kamera profesional, sejalan dengan karakteristik produk fesyen yang membutuhkan peragaan untuk menarik minat beli," kata Boby.
Sepanjang 2025, data internal menunjukkan sejumlah produk fesyen menjadi yang paling banyak diminati konsumen, mulai dari blus, kemeja, set pakaian wanita, hingga jeans untuk kategori pria, serta gamis, hijab instan, dan mukena untuk kategori fesyen muslim. Temuan ini mencerminkan bagaimana integrasi konten dan transaksi semakin memengaruhi dinamika pertumbuhan e-commerce di Indonesia.