Laga Panas Persib Vs Persija, Koreografi Termahal Viking Siap Tampil di GBLA

Menjelang laga panas antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta, atmosfer pertandingan dipastikan tidak hanya terasa di atas lapangan, tetapi juga di tribun Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Kelompok suporter Persib, Viking Persib Club, memastikan akan menampilkan koreografi khusus yang disebut-sebut sebagai yang paling mahal sepanjang sejarah organisasi suporter tersebut.
Pertandingan Persib melawan Persija selalu menyedot perhatian besar publik sepak bola nasional. Rivalitas panjang kedua tim membuat setiap pertemuan sarat gengsi, emosi, dan antusiasme tinggi dari para pendukung.
Pada laga pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 yang digelar Minggu (11/1/2026), Viking memastikan dukungan maksimal akan ditunjukkan sejak sebelum kick-off.
Apa yang disiapkan Viking Persib Club untuk laga kali ini?
Ketua Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan koreografi spesial sebagai bentuk dukungan kepada Persib Bandung.
Koreografi tersebut diklaim sebagai yang paling mahal dan kompleks yang pernah dibuat Viking sepanjang sejarah berdirinya organisasi suporter tersebut.
“Kami sudah menyiapkan persembahan terbaik. Pada hari pertandingan nanti akan ada koreografi yang secara sejarah menjadi yang termahal yang pernah dibuat oleh Viking,” ujar Tobias di Bandung, Kamis.
Ia mengajak seluruh Bobotoh yang hadir di stadion untuk menantikan kejutan yang telah dipersiapkan.
Menurut Tobias, koreografi ini bukan semata-mata pertunjukan visual, tetapi juga simbol kecintaan dan loyalitas suporter terhadap tim kebanggaan mereka.
“Mudah-mudahan koreonya lancar dan berhasil. Semata-mata untuk memberikan dukungan terbaik bagi Persib Bandung,” katanya.
Apakah koreografi hanya dilakukan oleh Viking?
Tobias menjelaskan bahwa koreografi tidak hanya disiapkan oleh Viking Persib Club. Sejumlah komunitas suporter lain yang menempati berbagai tribun di Stadion GBLA juga telah diajak berkoordinasi untuk menampilkan dukungan serupa.
“Di beberapa tribun dari komunitas lain juga sudah kami komunikasikan dan mereka menyiapkan koreografi. Jadi pertandingan nanti akan menarik, baik di lapangan maupun di tribun,” ujarnya.
Koordinasi lintas komunitas suporter ini diharapkan dapat menciptakan suasana stadion yang meriah, tertib, dan terorganisasi.
Dengan keterlibatan berbagai elemen Bobotoh, dukungan terhadap Persib diharapkan terasa lebih solid dan menyeluruh.
Apa tema koreografi yang diusung?
Menurut Tobias, tema koreografi yang diangkat bertujuan memberikan tekanan mental kepada tim lawan.
Namun, ia menegaskan bahwa dukungan tersebut tetap berada dalam koridor sportivitas dan menjunjung nilai-nilai fair play.
“Temanya untuk menjatuhkan mental lawan, tetapi tetap kami ingatkan agar yel-yel yang dinyanyikan Bobotoh bersih dari unsur rasisme dan ujaran kebencian,” kata Tobias.
Ia menekankan pentingnya menjaga citra positif suporter Persib di mata publik nasional. Viking, kata dia, berkomitmen untuk terus mengedepankan dukungan yang kreatif, tertib, dan beretika.
Bagaimana imbauan terkait kehadiran penonton di stadion?
Tobias juga mengimbau Bobotoh yang tidak memiliki tiket agar tidak memaksakan diri datang ke Stadion GBLA. Ia meminta suporter mendukung Persib melalui jalur resmi yang telah disediakan.
“Bagi yang tidak memiliki tiket, silakan mendukung melalui titik-titik nonton bareng yang disediakan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pada hari pertandingan, hanya penonton yang memiliki tiket sah yang diperbolehkan masuk ke area stadion. Imbauan ini disampaikan untuk menjaga keamanan, kenyamanan, serta kelancaran penyelenggaraan pertandingan.
Antusiasme Bobotoh tercermin dari penjualan tiket pertandingan yang telah habis terjual. Sebanyak 26.000 tiket laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta dilaporkan ludes menjelang hari pertandingan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang