Ciri Bearing Roda Depan Motor Alami Kerusakan, Jangan Dibiarkan
Motor yang digunakan sehari-hari wajib dirawat secara berkala. Apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan.
Banyak komponen pada kendaraan roda dua yang wajib diperiksa. Dipastikan kondisinya masih dalam keadaan prima.
Seperti contoh bearing roda depan. Sebab jika kondisinya rusak dapat membahayakan sang pemilik.
“Tanda bearing roda depan rusak antara lain bunyi kasar, seperti dengung atau ‘kletek-kletek’,” ungkap Wahyu Budhi, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati main dealer motor Honda Jakarta dan Tangerang kepada KatadataOTO, Sabtu (03/01).

Selain itu setang motor terasa bergetar saat dikendarai. Kemudian roda depan goyang atau oblak.
Lalu kendaraan roda dua Anda berat ketika didorong. Selanjutnya handling sepeda motor menjadi sulit dikendalikan.
Menurut Wahyu, ada beberapa penyebab atau faktor mengapa bearing roda depan sepeda motor mengalami kerusakan.
“Penyebab umumnya adalah keausan, ini normal. Kurangnya pelumas serta masuknya debu dan kotoran,” lanjut dia.
Benturan keras ketika menghantam lubang atau polisi tidur, juga bisa membuat bearing roda depan menjadi rusak.
Kemudian pemasangan yang kurang tepat serta kualitas bearing tidak baik, mampu membuat usia pakai menjadi lebih pendek.
“Biasanya awal ditandai dengan keluarnya warna kuning di seputaran seal luar dan rumah bearing roda depan,” tegas Wahyu.
Jika tanda-tanda di atas sudah dialami pengendara, Anda disarankan untuk segera melakukan perbaikan dan mengganti komponen yang rusak.
Jangan dibiarkan dalam waktu lama. Sebab dapat merusak bagian lain jika bearing roda depan dibiarkan dalam kondisi tidak baik.
Semisal as roda depan menjadi aus. Lalu rumah bearing turut berpotensi mengalami kerusakan.
Risiko kecelakaan lalu lintas juga akan tinggi. Sangat membahayakan saat Anda berada di jalan raya.
Oleh sebab itu, segera datangi bengkel terdekat. Kemudian lakukan pergantian bearing roda depan serta memastikan penggunaan komponen orisinal.

Biaya diperlukan pun terbilang tidak terlalu mahal. Berkisar Rp 80 ribu sampai Rp 150 ribu, tergantung dari jenis motor Anda.
Pemilik kendaraan roda dua dapat melakukan tindakan pencegahan lebih awal. Selanjutnya menjaga sepeda motor dalam keadaan prima.
Dengan begitu, kendaraan roda dua akan lebih nyaman digunakan. Terutama untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.