Animo Tinggi untuk Lexus LX 700h, Inden Capai Tiga Tahun
Lexus Indonesia akhirnya resmi menghadirkan versi hybrid untuk seri LX dengan kehadiran LX 700h.
SUV premium ini diklaim memiliki peminat yang tinggi, hingga menciptakan inden hingga tiga tahun.
Permasalahannya bukan karena krisis microchip seperti pada saat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu, melainkan karena tingginya permintaan untuk LX 700h, sementara kapasitas produksinya tidak dapat memenuhi permintaan dari seluruh dunia.
LX 700h dan LC 500h di GIIAS 2025
Untuk diketahui, LX 700h hanya memiliki satu basis produksi.
SUV hybrid tersebut sepenuhnya diproduksi di Jepang.
General Manager Lexus Indonesia, Ima Nurbani Rahmah, mengatakan bahwa pihaknya juga tidak menyangka akan animo yang tinggi terhadap LX 700h.
Lexus LX 700h
Padahal, sebenarnya perubahan yang terjadi pada mobil tersebut hanya pada teknologi hybrid, bukan ubahan yang menyeluruh.
"Ada yang berpindah dari LX lama, yang masih bensin. Tapi, ada juga yang memang sebelumnya dia masih belum dapat (LX 600). Jadi, masih ada yang memang baru," ujar Ima kepada Kompas.com saat ditemui di Tangerang, belum lama ini.
Ima menambahkan bahwa banyak juga konsumen yang sudah memiliki LX 600, tetapi ingin menggantinya dengan LX 700h.
Padahal, ubahannya hanya pada sistem hybrid saja.
"Ternyata, animo masih sangat tinggi, di atas apa yang kita perkirakan. Sayangnya, ketersediaan supply di globalnya untuk model ini masih terbatas," kata Ima.
"Jadi, kami mohon maaf kepada konsumen-konsumen yang antusias dengan LX. Jadi, memang masih harus menunggu. Kami berusaha memperbaiki dan selalu berusaha meminta tambahan supply," ujarnya.
Saat ini, Lexus Indonesia menjual LX 700h dengan banderol Rp 3,392 miliar (OTR Jakarta) hingga Rp 3,928 miliar (OTR Jakarta) untuk tipe VIP.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang