Bahlil Bilang Stok BBM Masih Aman Meski Vivo dan Shell Masing Kosong
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa masyarakat Indonesia tak akan mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) meski hingga saat ini masih ada SPBU swasta yang stok bahan bakarnya kosong.
Cadangan energi untuk BBM menurut Bahlil masih lebih dari cukup.
Kosongnya stok BBM di SPBU swasta terjadi karena beberapa SPBU masih belum membeli stok tambahannya dari Pertamina Patra Niaga. Dari tiga pemain swasta besar, baru BP-AKR yang membeli stok BBM tambahan dari Pertamina, Shell dan Vivo belum membelinya.
"Saya harus meyakinkan bahwa sampai dengan hari ini stok BBM kita aman, cadangan kita di angka 18 hari, minimalnya itu kan 18 hari sampai dengan 19 hari dan clear," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
Ilustrasi Shell
Bahlil mengatakan dengan kondisi tersebut, pasokan BBM bagi masyarakat dipastikan tetap tersedia meskipun sejumlah SPBU swasta tidak menjalankan penjualan bensin.
"Artinya, sahabat-sahabat saya, pelaku usaha swasta sekalipun tidak menjalankan penjualan bensin khususnya, tetapi alhamdullilah rakyat kan tetap tersedia barang-barang yang dibutuhkan," ucap dia.
Lebih lanjut Bahlil menjelaskan koordinasi dalam skema bisnis-ke-bisnis (B2B) antara badan usaha pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta dan Pertamina telah dilakukan, termasuk pembahasan mengenai ketersediaan BBM yang beredar di pasaran.
Dalam koordinasi tersebut, kata dia, perusahaan-perusahaan swasta dipersilakan menjalankan kolaborasi sesuai mekanisme yang berlaku.
"Kan konsep B2B sudah dilakukan, tadi juga saya rapat sama Pertamina. Silakan saja secara B2B dikolaborasikan dengan baik," kata dia.
Diketahui, SPBU swasta BP AKR telah membeli base fuel (bahan bakar murni) dari Pertamina Patra Niaga pada akhir Oktober 2025.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, mengatakan selain BP AKR, SPBU swasta lainnya yaitu Vivo juga mendekati kesepakatan untuk membeli bahan bakar minyak dari Pertamina Patra Niaga dengan volume sekitar 100 ribu barel.
SPBU Vivo di kawasan Bintaro.
Di sisi lain, saat ini negosiasi dengan Shell masih berproses. Laode pun mengungkapkan akan bertemu dengan Shell untuk membahas soal kesepakatan BBM. (Ant)