Pengakuan Copet Sombong: Lebih Milih Jambret iPhone daripada HP Android

iPhone 17 Series.
iPhone 17 Series.

Pengakuan copet sombong, lebih memilih jambret iPhone daripada HP Android. Hal tersebut terjadi di London, Inggris.

"Tidak mau Samsung," kata seorang copet HP kepada Sam. Sang copet bersama sekelompok pria menghentikan langkah Sam saat berjalan di London selatan pada Januari 2025.

Ponsel pintar, kamera, serta beanie miliknya digondol. Menurut London Centric, gerombolan copet itu mulai berlari, tetapi orang yang mengambil HP Sam berhenti untuk mengembalikannya kepadanya. Sam pun terkejut.

Kisah Sam ini bukanlah hal yang unik, karena pengguna Android di ibu kota Inggris diperlakukan serupa setelah copet mengambil perangkat mereka.

Mengutip situs BGR, Kamis, 20 November 2025, ada beberapa contoh kasus lain tentang copet yang menjatuhkan HP Android curian setelah menyadari bahwa itu bukan iPhone.

Menariknya, di kolom komentar cerita tersebut, seorang pengguna bernama Sarah mengatakan kalau HP Google Pixel lamanya telah dicuri dua kali dan dijatuhkan dua kali pula.

London Centric menjelaskan bahwa pasar HP di Inggris terbagi hampir merata antara iPhone dan Android. Secara statistik, kasus pencurian smartphone secara acak diperkirakan akan berdampak serupa pada pengguna iPhone dan Android.

Jumlah HP yang dicuri akan terbagi rata antara kedua platform yang bersaing tersebut. Hal ini tidak terjadi di London, karena pencuri lebih menyukai iPhone daripada Android.

Bulan lalu misalnya, BBC melaporkan bahwa sebuah iPhone curian yang dilacak mengarah pada penyelidikan yang mengungkap sebuah jaringan penyelundupan ponsel pintar besar yang diyakini pihak berwenang bertanggung jawab atas ekspor 40 persen HP yang dicuri di London, atau sekitar 40 ribu perangkat yang dikirim ke China setiap tahun.

Pada Juli kemarin, The Guardian melaporkan bahwa dua perlima pencurian HP di Eropa terjadi di Inggris, dengan London sebagai pusatnya.

Data dari Kepolisian Resor Metro London menunjukkan bahwa sekitar 80 ribu ponsel pintar dicuri di ibu kota tahun lalu, dengan iPhone menjadi target yang lebih sering.

Mengapa pencuri lebih suka mengincar iPhone ketimbang Android

Meretas iPhone tidak semudah meretas Android. Apple dan Google telah meningkatkan perlindungan anti-pencurian untuk iOS dan Android.

Fitur-fitur seperti Stolen Device Protection (iPhone) dan Identity Check (Android) membuat hampir mustahil untuk mengubah pengaturan keamanan utama pada perangkat tanpa biometrik.

Namun, perangkat iPhone atau Android yang terkunci dan tidak dapat digunakan dapat dijual untuk suku cadang. iPhone memiliki nilai jual kembali yang lebih tinggi daripada Android, sebagaimana dibuktikan oleh beberapa studi pasar dalam beberapa tahun terakhir.

Situs web iPhone bekas Eropa, Swappie, mencatat dalam sebuah laporan bahwa iPhone memiliki "nilai jual kembali yang jauh lebih tinggi" dibandingkan pesaing.

Dukungan pembaruan perangkat lunak yang lebih lama dan kualitas pembuatan yang lebih baik menjelaskan mengapa iPhone lebih laku di pasar barang bekas dibandingkan perangkat Android.

Sebuah studi BankMyCell yang mencakup ponsel pintar yang dirilis pada 2021 dan 2022 menunjukkan bahwa iPhone kehilangan rata-rata tahunan sebesar 14,8 persen dari nilai tukar tambah aslinya dibandingkan dengan 32,18 persen untuk Android.

Setelah empat tahun, iPhone kehilangan 47,49 persen dari nilai beli kembali awalnya. Ponsel Android flagship kehilangan hampir 80 persen.

Sebuah laporan pada 2023 dari situs perbandingan tukar tambah SellCell menunjukkan bahwa "iPhone tidak dapat disangkal mempertahankan nilainya lebih baik daripada HP Android."

SellCell menganalisis nilai jual kembali iPhone dan ponsel Android yang terjual antara 2015 dan 2022. Rata-rata penyusutan iPhone adalah 68,8 persen pada Desember 2022, dibandingkan dengan 84,2 persen untuk Samsung dan 89,5 persen untuk Google Pixel.

Di Inggris, laporan MusicMagpie pada 2023 yang mengkaji data tukar tambah ponsel pintar selama 36 bulan terakhir menunjukkan bahwa iPhone kehilangan rata-rata 46 persen dari nilai awalnya dalam 12 bulan pertama, dibandingkan dengan 68 persen untuk Samsung.

Laporan Pasar Sekunder minggu lalu juga menyatakan bahwa iPhone memiliki retensi nilai jangka panjang yang lebih baik daripada ponsel Android (termasuk ponsel flagship lipat), mengutip data baru dari Compare and Recycle.