VIVO Sempat Mundur Usai Negosiasi Pembelian BBM Pertamina, ESDM: Sekarang Nego Lagi
Kementerian ESDM melalui Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi atau Dirjen Migas, Laode Sulaeman mengatakan, sampai saat ini pihak SPBU Shell dan VIVO belum membeli base fuel alias BBM murni dari Pertamina Patra Niaga.
Laode menjelaskan, VIVO sebelumnya telah sepakat untuk membeli BBM dari Pertamina, namun akhirnya kembali mundur. Meski demikian, saat ini VIVO diakuinya tengah melakukan negosiasi ulang dengan Pertamina terkait hal tersebut.
"Sebenarnya VIVO itu sudah (sepakat), tapi mundur.Tapi sekarang nego lagi, kita tunggu aja," kata Laode di DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin, 10 November 2025.
Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman
Dia berharap VIVO dan Shell bisa segera menyelesaikan negosiasi, dan melakukan pemesanan BBM kepada Pertamina Patra Niaga sebagaimana yang telah dilakukan oleh SPBU BP-AKR.
"BP-AKR saja sudah dua kargo, masa yang lain enggak pesan. Nanti itu bisa menyebabkan prognosa dia sampai akhir tahun turun, karena dia enggak memkonsumsi apa-apa," ujarnya.
BBM Revvo 89 di SPBU VIVO naik kalahkan Pertalite jadi Rp 10.900 per liter.
Diketahui, sebelumnya Laode juga sempat menyampaikan bahwa BP-AKR bakal kembali membeli BBM murni atau base fuel dari Pertamina Patra Niaga sebanyak 100 ribu barel
"Jadi malah yang BP AKR dua minggu lagi ada pesan lagi satu kargo. BP nambah lagi 100 ribu barel," kata Laode.
Sementara untuk SPBU lainya seperti Shell dan VIVO, saat ini masih melakukan proses negosiasi dengan Pertamina Patra Niaga. Kala itu, dia menginformasikan bahwa dalam waktu dekat, ada kemungkinan VIVO akan menyusul untuk membeli BBM dari Pertamina Patra Niaga.
"Jadi yang belum itu sedang bernegosiasi dengan Badan Usaha Patra Niaga, dan kemarin memang kami mendapatkan info bahwa VIVO sudah mendekati. Jadi kita tunggu saja ya," ujarnya.