Harga Phone Fold Bakal Lebih Murah dari Perkiraan? Ini Alasannya

Apple Siap Luncurkan iPhone Lipat
Apple Siap Luncurkan iPhone Lipat

Kabar menarik datang dari perkembangan terbaru iPhone Fold, ponsel lipat pertama dari Apple yang sudah lama dinanti. Menurut analis ternama Ming-Chi Kuo, harga iPhone Fold kemungkinan akan lebih murah dari yang sebelumnya diperkirakan, dan semua ini karena satu komponen penting, yaitu engsel.

Dalam laporan terbarunya yang melansir dari Tom’s Guide, Kuo menyebut bahwa Apple berhasil menekan biaya produksi engsel iPhone Fold secara signifikan. Komponen ini adalah bagian krusial dalam desain ponsel lipat, dan kabarnya kini hanya akan menghabiskan biaya sekitar $70–$80 per unit, jauh lebih murah dibanding perkiraan awal yang mencapai $100–$120. Artinya, ada penghematan hingga 40% dari biaya yang sebelumnya diasumsikan.

Penurunan biaya ini bukan tanpa alasan. Kuo mengungkapkan bahwa Apple telah mengembangkan desain engsel yang lebih efisien. Selain itu, keterlibatan Foxconn, rekanan utama Apple dalam merakit iPhone, juga berperan besar dalam efisiensi ini. Bersama dengan Shin Zu Shing, Foxconn akan menjadi produsen utama engsel iPhone Fold. Sementara itu, perusahaan lain seperti Amphenol akan ikut memproduksi sebagian kecil dari komponen tersebut.

Menariknya, menurut Kuo, pada tahun 2027 akan ada lebih banyak perusahaan yang ikut terlibat dalam produksi engsel ini, termasuk kemungkinan masuknya Luxshare, yang dikenal sebagai salah satu mitra manufaktur besar Apple. Masuknya pemain baru ini bisa semakin menurunkan harga komponen tersebut di masa depan.

Kabar ini tentu menjadi angin segar, tidak hanya bagi pengguna yang menantikan iPhone Fold, tetapi juga untuk seluruh pasar ponsel lipat. Salah satu kendala utama dari perangkat seperti Samsung Galaxy Z Fold adalah harganya yang tinggi, akibat komponen mahal seperti layar fleksibel, baterai ganda, dan kamera tambahan.

Dengan Apple yang dikenal memesan komponen dalam jumlah sangat besar, efek efisiensi ini bisa berdampak luas pada industri. Artinya, jika Apple berhasil menurunkan harga engsel, produsen lain juga bisa ikut menikmatinya lewat harga komponen yang lebih terjangkau. Ini dapat membuka jalan bagi lebih banyak ponsel lipat dengan harga yang masuk akal di masa depan.

Meskipun begitu, perlu dicatat bahwa iPhone Fold kemungkinan baru akan diluncurkan dalam waktu hampir satu tahun ke depan. Artinya, masih ada banyak ruang untuk rumor, bocoran, dan perubahan spesifikasi maupun harga. Namun, informasi seperti ini memberikan sinyal positif bahwa Apple serius menghadirkan perangkat lipat yang kompetitif secara harga dan teknologi.

Jika Apple benar-benar berhasil menekan biaya produksi komponen penting seperti engsel, ada kemungkinan besar bahwa iPhone Fold bisa menjadi ponsel lipat pertama yang mampu menjangkau pasar lebih luas dibanding para pesaingnya.