Tombol Kamera iPhone 17 Ini Malah Bikin Frustrasi

iPhone 17
iPhone 17

Sudah dua minggu memakai iPhone 17, dan ada satu hal yang benar-benar bikin geleng kepala. Seperti biasa, Apple dikenal suka bereksperimen dengan desain dan fitur baru di perangkatnya. Kadang hasilnya sukses besar, seperti saat tombol mute diganti jadi Action Button di iPhone 15 Pro, tapi kadang juga terasa terlalu rumit untuk hal yang sebenarnya sederhana, seperti dulu pada fitur 3D Touch yang akhirnya dihentikan.

Kini giliran tombol Camera Control, yang pertama kali muncul di iPhone 16 dan kembali hadir di iPhone 17 dengan sejumlah penyempurnaan. Selama dua minggu pemakaian, saya mencoba memahami bagaimana fitur ini bekerja. Tapi jujur saja, hasilnya kurang memuaskan. Ide di balik tombol ini sebenarnya menarik, tapi cara Apple menerapkannya terasa belum tepat.

Masalah pertama adalah posisi tombolnya. Dengan ukuran tangan yang besar, saya kesulitan memegang iPhone 17 Pro dalam posisi horizontal untuk memotret dengan nyaman. Jari saya hanya bisa menjangkau sisi luar tombol, bukan keseluruhannya. Memang masih bisa digunakan, tapi terasa janggal dan tidak stabil. Bahkan saat saya mencoba posisi lain, hasilnya tetap kurang nyaman.

Memotret dalam mode vertikal memang sedikit lebih mudah, tapi tetap saja posisi tombolnya terasa aneh. Jika Apple mau memperbaiki hal ini, memindahkan tombol sedikit ke bagian bawah sisi kanan ponsel bisa jadi solusi yang lebih baik.

Masalah lain adalah aktivasi tidak sengaja. Meski Apple sudah berupaya mencegah tombol tertekan di dalam saku atau tas, tetap saja saya sering tanpa sengaja membuka kamera atau bahkan mengambil foto blur. Tombol ini terasa terlalu sensitif, dan walau bisa diatur lewat menu Accessibility, rasanya pengguna tak seharusnya repot-repot melakukan itu hanya agar ponsel tidak memotret sendiri.

Apple menyebut fitur Camera Control dibuat agar pengguna bisa mengakses kamera lebih cepat tanpa banyak sentuhan di layar. Namun “cepat” bukan berarti “terlalu sensitif.” Tombol-tombol lain di iPhone seperti power dan volume terasa lebih solid dan tidak gampang tertekan, seharusnya Camera Control bisa meniru itu.

Selain itu, gestur pada tombol ini juga membingungkan. Untuk memotret cukup tekan sekali, tapi untuk fitur tambahan seperti “scroll wheel” atau pengaturan kamera lain, dibutuhkan sentuhan ringan dan dua kali tekan cepat. Butuh waktu adaptasi agar terbiasa. Saya bahkan sampai menaikkan sensitivitas di pengaturan, dan ironisnya, hal itu justru memperbaiki masalah saya sedikit.

Apple dulu terkenal dengan slogan “It just works”, tapi sayangnya, Camera Control di iPhone 17 belum pantas menyandang slogan itu. Banyak pengguna akhirnya kembali menggunakan kontrol kamera di layar karena lebih mudah dan konsisten.

Meski begitu, rumor soal iPhone 18 memberikan sedikit harapan. Ada kabar bahwa Apple mungkin akan mengubah desain tombol menjadi lebih sederhana dan mekanis, tanpa sensor kapasitif yang terlalu peka. Jika benar, itu bisa memperbaiki banyak masalah yang saya alami sekarang.

Mungkin dengan penempatan yang lebih baik dan sistem tekanan yang lebih natural, Apple akhirnya bisa membuat tombol Camera Control benar-benar berguna—bukan sekadar tambahan fitur yang malah bikin frustrasi.