Temuan Unik di Tokyo: Banyak Warga Masih Pakai iPhone Lawas
Ketika baru pertama kali menginjakkan kaki ke Jepang, terutama di kota Tokyo, sebagian dari kita mungkin akan kaget mendapati kebiasaan warga di sana, terkait penggunaan ponsel.
Sama kagetnya dengan yang dialami oleh jurnalis KompasTekno, Bill Clinten, saat berkunjung ke Jepang untuk menghadiri Tokyo Game Show 2025.
Dalam pengamatan selama kurang lebih seminggu di Tokyo, ternyata banyak sekali warga Jepang yang masih pakai iPhone model lawas (vintage), seperti iPhone SE, Phone 5s, iPhone 8 Series, dan sebagainya.
Padahal, perangkat-perangkat tersebut sudah dimasukkan dalam kategori vintage oleh Apple. Apple mengkategorikan produk vintage sebagai produk yang umurnya sudah lebih lima tahun, terhitung dari penjualan perdananya.
Berdasarkan pantauan selama menggunakan transportasi umum di Jepang, terutama area Tokyo, ada sekitar belasan hingga puluhan orang yang masih menggunakan iPhone vintage.
Jika dilihat dari fisiknya, model iPhone lawas cukup mudah diamati. Sebab, sebagian besar dibekali dengan tombol home (home button) yang sekaligus merangkap pemindai sidik jari alias Touch ID.
Ilustrasi warga Jepang yang pakai iPhone model lawas, diambil jurnalis KompasTekno, Bill Clinten pada Jumat (26/9/2025).
iPhone yang punya Touch ID sendiri bisa dibilang sebagai iPhone lawas, lantaran fitur ini sudah ada sejak iPhone 5s pada 2013 lalu, dan tetap dipertahankan Apple hingga iPhone 8 pada 2017 lalu.
Meski demikian, Apple kembali menghidupkannya kembali di iPhone SE generasi pertama (2020) dan generasi kedua (2022). Kedua iPhone ini sebenarnya belum masuk ke dalam daftar produk vintage.
Namun, keduanya bisa dibilang cukup lawas karena model iPhone sekarang sudah tidak pakai Touch ID lagi alias layar penuh (full screen).
Model iPhone dengan Touch ID ini masih banyak ditemui di berbagai penjuru Tokyo, termasuk di stasiun hingga dalam kereta yang kami tumpangi setiap hari, baik pagi, siang, sore, hingga malam.
Sebenarnya banyak juga yang memakai iPhone 11, iPhone 12, hingga terbaru iPhone 17 dan iPhone Air. Namun, sepanjangn pengamatan kami, lebih banyak penduduk Tokyo yang menggunakan iPhone dengan Touch ID.
Ini artinya, secara keseluruhan, masyarakat Jepang gemar menggunakan iPhone, baik itu lawas maupun baru.
Jepang pengguna iPhone terbanyak di dunia
Ilustrasi warga Jepang yang pakai iPhone model lawas, diambil jurnalis KompasTekno, Bill Clinten pada Jumat (27/9/2025).
Pengamatan KompasTekno di atas mungkin tidak dapat dijadikan acuan tentang seluruh wilayah Jepang yang pakai iPhone lawas.
Namun, ini bisa menjadi pendukung dari berbagai informasi dan data yang tersebar di internet, di mana iPhone memang mendominasi di Jepang.
Berdasarkan survei yang digelar AllConnect pada Maret 2024 lalu, sekitar 16 persen memakai iPhone 11 atau model lebih lawas untuk keseharian mereka.
Artinya, beberapa pengguna juga memakai model iPhone jadul seperti iPhone 6, iPhone 7, iPhone 8, hingga iPhone X.
Ini merupakan angka tertinggi dari model iPhone lainnya, seperti iPhone 13 (15 persen) dan iPhone 12 (14 persen) yang ada di peringkat kedua dan ketiga.
Kemudian menurut survei UBS yang dihimpun Investors, Jepang menjadi negara yang menggunakan atau menyimpan iPhone terlama di dunia, yaitu dengan masa pakai 40 bulan (sekitar 3,3 tahun) sebelum ganti baru.
Dengan kata lain, orang Jepang jarang ganti iPhone jika umurnya belum 3 tahun.
Ilustrasi warga Jepang yang pakai iPhone model lawas, diambil jurnalis KompasTekno, Bill Clinten pada Jumat (28/9/2025).
Riset lainnya terkait pemakaian iPhone di Jepang adalah dari ShiftAsia yang dirilis pada Juli 2025 lalu. Di sini, disebutkan bahwa iPhone memiliki pangsa pasar (market share) sebesar 63,9 persen, jauh dari rata-rata global 27,5 persen.
Laporan yang dirilis GSMChina pada September lalu juga menyebut bahwa Jepang menjadi negara dengan pangsa pasar iOS (sistem operasi iPhone) terbesar di dunia dengan 68,86 persen.
Di bawah Jepang, ada Kanada, Australia, Amerika Serikat (AS), hingga Inggris yang masing-masing memiliki market share iOS mencapai 60,31 persen, 59,63 persen, 59,21 persen, dan 52,29 persen.
Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari JapaneseLifeLetter, Selasa (30/9/2025), ada banyak faktor yang membuat warga Jepang menggunakan iPhone.
Di antaranya seperti mudah dipakai, tekanan sosial, tak ingin berdebat dengan orang lain seputar perbedaan ponsel atau fitur, dan lain sebagainya.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.