Daftar Gerbang Tol yang Ditutup Sementara Untuk Diperbaiki
Pemerintah Provinsi DKI kembali menutup sementara enam gerbang tol. Langkah ini dilakukan mulai Senin (30.09) hingga Sabtu (04/10) untuk mendukung perbaikan fasilitas yang sempat dirusak massa di akhir Agustus 2025.
Kemacetan pun diprediksi bakal mengalami peningkatan di beberapa lokasi. Oleh sebab itu masyarakat diminta untuk mengatur ulang jadwal perjalanannya.
“Kami memahami penutupan ini akan berdampak pada kelancaran lalu lintas. Namun, perbaikan fasilitas sangat penting agar gerbang tol dapat kembali beroperasi lebih aman dan nyaman bagi masyarakat,” ungkap Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta dilansir Antara (30/09).
Daftar Gerbang Tol Dalam Kota yang Ditutup

- Gerbang Tol Semanggi 1
- Gerbang Tol Semanggi 2
- Gerbang Tol Slipi 1
- Gerbang Tol Kuningan 1
- Gerbang Tol Senayan
- Gerbang Tol Pejompongan
Siapkan Langkah Antisipasi
Ia pun mengungkap sudah menyiapkan beberapa strategi untuk menghindari kepadatan lalu lintas. Sebagai alternatif, pengguna jalan dari arah arteri Jalan Letjen S Parman menuju Cawang dapat menggunakan Gerbang Tol Tanjung Duren atau Gerbang Tol Semanggi 1.
"Jika Gerbang Tol Semanggi 1 ditutup, disiapkan satu lajur sodetan agar tetap bisa digunakan," kata Syafrin.
Kemudian, pengguna jalan dari arah Jalan Gatot Subroto menuju Tangerang dapat menggunakan Gerbang Tol Senayan.
Selanjutnya, pengguna jalan dari arah Jalan MT Haryono atau Cawang menuju Pluit dapat menggunakan Gerbang Tol Tebet 1.
Dia pun mengimbau masyarakat agar mempertimbangkan penggunaan transportasi umum.
“Selain mengurangi potensi kepadatan lalu lintas, menggunakan transportasi umum akan lebih aman, nyaman dan ramah lingkungan,” tutur Syafrin.
Sebelumnya diberitakan bahwa penutupan gerbang tol sebenarnya sudah pernah dilakukan. Namun kebijakan tersebut rupanya membuat kemacetan parah di Ibu Kota sehingga sehingga sempat dibatalkan.

Pramono Anung Wibowo, Gubernur DKI Jakarta meminta agar perbaikan pintu tol Dalam Kota khususnya pada Semanggi 1 dan 2 dilakukan pada akhir pekan atau di luar jam sibuk. Langkah ini untuk menghindari terjadinya kemacetan parah seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Pengerjaan yang dilakukan di jam sibuk menurutnya bakal merugikan masyarakat karena mobilitas jadi terganggu khususnya saat berangkat dan pulang kerja.