iPhone 17 Series Laris Manis di Awal Penjualan

iPhone 17 Series mulai menuai hasil positif. Hal tersebut terlihat di hari-hari pertama penjualan iPhone generasi baru ini di India.
Di India, angka penjualannya bahkan terpantau lebih tinggi melampaui iPhone 16 Series yang rilis tahun 2024 lalu.
Menurut laporan firma riset pasar Counterpoint Research, penjualan hari pertama iPhone 17 Series tercatat naik hingga 19 persen dibanding seri sebelumnya.
Kenaikan ini utamanya datang dari tingginya antusiasme pembeli terhadap model premium, yakni iPhone 17 Pro dan 17 Pro Max.
Senior Analyst di Counterpoint Research, Varun Mishra mengatakan, permintaan untuk kedua varian tersebut begitu tinggi sampai stoknya dilaporkan habis terjual di berbagai kanal penjualan.
Sejalan dengan pernyataan Mishra, seorang retailer resmi Apple di wilayah Mumbai, India, mengatakan sebagian besar stok yang diterima di tokonya adalah iPhone 17 dan iPhone Air. Padahal, kata dia, konsumen lebih banyak meminta model Pro.
Begitu juga dengan seorang pengecer di Delhi yang memperkirakan kalau permintaan untuk model Pro kemungkinan akan tetap tinggi, terutama dalam tiga bulan pertama. Sementara model reguler kemungkinan akan lebih banyak diminati sepanjang sisa tahun.
iPhone 17 dan iPhone Air kurang peminat
iPhone Air ini dengan desain yang sangat tipis dan ringan, tetapi lebih tahan lama daripada model sebelumnya.
Walaupun iPhone 17 lebih laris dibanding iPhone 16, model reguler kurang diminati dibanding versi "Pro/Pro Max". Begitu juga untuk iPhone Air, yang menjadi sorotan utama saat Apple Event.
iPhone Air yang dibanderol dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan model reguler diduga menjadi salah satu alasan mengapa varian ini kurang diminati konsumen.
Sebagai perbandingan, iPhone 17 termurah dijualdengan harga 799 dollar AS (sekitar Rp 13 juta), sementara iPhone Air termurah dijual dengan harga 999 dollar AS (sekitar Rp 16,4 juta) dengan varian storage yang sama (256 GB).
Kendati demikian, Counterpoint tidak merinci berapa kenaikan penjualan masing-masing model iPhone 17 Series dibanding iPhone generasi tahun lalu.
Tren premiumisasi dan strategi Apple
Menurut Mishra, larisnya penjualan iPhone 17 Series, terutama model "Pro", disebabkan oleh keberhasilan Apple memanfaatkan tren premiumisasi di pasar India.
Di negara tersebut, citra Apple yang dianggap sebagai merek aspiratif, ditambah dengan strategi lintas produk, kanal distribusi, hingga manufaktur, dinilai mampu menarik konsumen untuk membeli model premium, meski dibanderol dengan harga tinggi.
"Apple dengan citra mereknya yang aspiratif, berhasil menunggangi tren premiumisasi di India," ujar Mishra, sebagaimana dikutip KompasTekno dari EconomicTimes, Selasa (30/9/2025).
Apple resmi merilis iPhone 17 di acara Apple Event Awe Dropping, Rabu (10/9/2025) dini hari WIB.
Selain itu, strategi Apple yang agresif dalam menjalankan N-1 (menjual perangkat seri tahun lalu) saat festive season atau musim festival di India, ditambah kinerja seri 17 yang lebih baik dibanding seri 16, dinilai Mishra bisa membuka peluang bagi Apple untuk mencetak rekor penjualan.
Di India, festive season merujuk pada sebuah periode yang diisi dengan berbagai perayaan besar, seperti keagamaan, budaya, hingga musim panen. Musim ini biasanya dimulai sekitar bulan September dan berlangsung hingga akhir tahun.
Pada festive season, konsumsi masyarakat India dalam perbelanjaan cenderung meningkat pesat, termasuk salah satunya yaitu untuk gadget atau alat elektronik. Karena itu, periode ini dinilai sangat penting sebab bisa mendorong penjualan smartphone di India.
Menurut Mishra, lewat festive season, pertumbuhan penjualan Apple sangat berpotensi mengalami kenaikan.
Ia menambahkan, peluang Apple dalam mencetak rekor penjualan tersebut bahkan mampu meningkatkan pertumbuhan hingga 28 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY).
Adapun perkiraan Mishra ini datang bukan tanpa alasan. Sebab berdasarkan hasil riset IDC India, perangkat ponsel buatan Apple tercatat sebagai smartphone dengan kinerja terbaik di India pada paruh pertama 2025.
Lewat seri iPhone 16, total pengiriman produk Apple bahkan dilaporkan tumbuh hingga 35 persen. Kemudian IDC juga memperkirakan bahwa berkat iPhone 17 Series, sepanjang kuartal September 2025 ini Apple diyakini bisa menjual hingga lebih dari lima (5) juta unit iPhone.
Antrean panjang di toko Apple
Lonjakan penjualan iPhone 17 Series, khususnya iPhone 17 Pro dan Pro Max juga dibuktikan dengan laporan panjangnya antrean pembeli di sejumlah toko Apple di India.
Ratusan orang dilaporkan mengantre sejak diri hari di empat toko resmi Apple yang ada di Mumbai, New Delhi, Bengaluru, dan Pune.
Salah satu pejabat di toko Apple Mumbai mengatakan, antrean di tokonya mencapai 400 sampai 500 orang. Saking ramainya, antrean tersebut bahkan disebut sempat memicu kericuhan kecil.
Sementara itu di New Delhi, saat toko beroperasi, jumlah antreannya justru lebih banyak, yakni sampai 600 orang. Hal yang sama juga terjadi di wilayah Bengaluru dan Pune.
Awalnya, toko tersebut dilaporkan relatif sepi alias tidak terlalu ramai. Namun, semakin malam, jumlah pengunjungnya terpantau terus meningkat sampai stok iPhone 17 Pro dan Pro Max dilaporkan habis pada malam harinya.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.