Pengguna iPhone Wajib Cek, Notif Ini Tanda HP Sedang Di-hack
Apple rutin membagikan peringatan dan tambalan keamanan untuk perangkat buatannya, iPhone.
Sejak 2021, raksasa teknologi asal Cupertino, AS, itu juga kerap mengirimkan notifikasi ancaman (threat notificiation) kepada sejumlah pengguna yang dianggap rentan menjadi target serangan hacker.
Notifikasi ini biasanya diberikan lewat pesan iMessage atau email resmi dengan alamat [email protected] atau [email protected].
Sederhananya, bagi pengguna yang pernah mendapatkan pesan tersebut, artinya Apple telah mendeteksi bahwa perangkat tersebut berpotensi disusupi hacker, atau lebih parahnya, sedang diserang.
Oleh sebab itu, notifikasi peringatan dinilai menjadi salah satu treatment penting yang diberikan Apple. Adanya pesan ini pengguna diharapkan bisa langsung waspada dan segera mengambil langkah pengamanan.
Risiko notifikasi palsu
Namun, dari sisi positif hadirnya notifikasi peringatan serangan tersebut, ada sisi lain yang cenderung negatif dan perlu diperhatikan pengguna.
Karena sistem peringatan ini berada dalam domain publik, maka para pelaku kejahatan siber dikhawatirkan bisa meniru format notifikasi pesan resmi Apple, untuk melakukan penipuan.
Modus ini lebih dikenal dengan istilah phishing, atau upaya mencuri data pribadi dengan berpura-pura sebagai pihak terpercaya.
Baru-baru ini, lembaga keamanan siber Prancis, CERT-FR, mengonfirmasi adanya gelombang notifikasi "palsu" baru yang dikirim hacker ke sejumlah pengguna. Dengan adanya konfirmasi tersebut, artinya, aktivitas peretasan (hack) terhadap ponsel iPhone masih banyak terjadi.
Karena itu, penting untuk mengetahui, notifikasi mana yang benar-benar resmi dibuat perusahaan, atau sudah direkayasa hacker.
Apple sendiri sudah menegaskan bahwa notifikasi resmi yang mereka buat, berbeda dengan pesan palsu buatan hacker. Perbedaan ini tampil dari segi isi hingga detail himbauan.
Cara bedakan notifikasi peringatan Apple yang asli dan palsu
Tampilan notifikasi pesan peringatan ancaman resmi dari Apple.
Apple merincikan, ada beberapa tanda yang bisa menjadi "petunjuk" apakah notifikasi yang diterima benar asli atau buatan hacker, sebagaimana dihimpun Kompastekno dari Forbes, Rabu (16/9/2025).
Beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain Apple tidak akan pernah meminta pengguna mengeklik tautan (link) tertentu membuka file, menginstal aplikasi tertentu, atau memberikan kata sandi Apple ID maupun kode verifikasi.
Lantas, bagaimana cara memastikan notifikasi peringatan itu asli? Apple menyarankan pengguna untuk melakukan login ke laman account.apple.com.
Apabila perangkat benar mendapat ancaman, akan ada notifikasi yang muncul di bagian atas halaman, persis setelah pengguna masuk ke laman akun Apple mereka. Jika tidak ada notifikasi apapun, artinya pesan yang diterima kemungkinan palsu dan sudah disusupi hacker.
Selain lewat login akun Apple, pengguna juga bisa melakukan cara lain dengan mengaktifkan Lockdown Mode, sebuah fitur untuk membatasi fungsi tertentu dari perangkat, dan meminimalisir adanya risiko serangan besar.
Ancaman spyware bebayar
Di luar potensi di-hack, Apple juga memperingatkan pengguna soal ancaman nyata berupa spyware berbayar (mercenery spyware). Ini merupakan salah satu dari jenis serangan malware yang disebut jauh lebih kompleks dibanding serangan biasa.
Mercenery spyware biasanya mengeksploitasi celah keamanan pada bagian memori perangkat iOS. Targetnya pun bukan pengguna umum, melainkan ke individu dengan risiko pekerjaan tinggi, seperti pejabat publik, jurnalis, atau aktivis.
Adapun rantai spyware bayaran pada iOS, kabarnya memiliki kesamaan dengan serangan yang menargetkan perangkat Windows dan Android. Apple menyebut, serangan ini sama-sama mengeksploitasi kerentanan keamanan memori.
Dengan adanya ancaman ini, akhirnya Apple meningkatkan perlindungan sistem keamanan perangkat iPhone generasi terbarunya dengan fitur baru bernama Memory Integrity Enforcement (MIE).
MIE merupakan sistem keamanan baru di perangkat iOS yang secara teknis bekerja untuk menandai bagian-bagian memori pada ponsel dan memungkinkan pemeriksaan integritas sebelum akhirnya diberikan izin untuk mengakses memori perangkat.
Menurut Apple, MIE merupakan salah satu peningkatan keamanan paling signifikan sepanjang sejarah pembangunan sistem operasi Apple. Sebab lewat sistem ini, perusahaan bisa membantu pengguna mendapatkan perlindungan keamanan perangkat yang lebih optimal.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.